Federasi Otomotif Internasional (FIA) dan pemangku kepentingan Formula 1 menggelar pertemuan tingkat tinggi pada Selasa, 14 April 2026, untuk membahas penyesuaian regulasi teknis menyusul kritik tajam mengenai keamanan dan performa mesin hybrid baru.
Diskusi ini dipicu oleh kekhawatiran para pembalap terhadap pembagian daya 50-50 antara mesin pembakaran internal dan tenaga listrik yang menyebabkan perbedaan kecepatan hingga 70 km/jam di lintasan. Fenomena "super-clipping" atau penurunan kecepatan mendadak saat pengisian baterai menjadi sorotan utama setelah insiden kecelakaan yang melibatkan tim Haas dan Alpine di Grand Prix Jepang.
"Jika tergantung pada saya, kita pasti perlu melihat bagaimana kita bisa mendapatkan satu lap kualifikasi yang cepat dan brutal lagi serta bagaimana kita bisa mengurangi lift and coast," ujar Toto Wolff, Kepala Tim Mercedes, dilansir dari ESPN.
Di sisi lain, pengembangan teknis pada komponen aerodinamis menunjukkan divergensi desain yang signifikan antar tim untuk mengurangi ketergantungan pada efek outwash. Laporan PlanetF1 mengungkapkan bahwa tim seperti Ferrari menggunakan elemen tegak berbentuk menara dengan enam generator vortex mini, sementara McLaren dan Aston Martin memilih desain serupa layar (sail-like) untuk mengelola aliran udara.
Audi, Ford, dan Cadillac tetap berkomitmen pada framework 2026 karena penghapusan komponen MGU-H yang mahal meski baterai 4 MJ saat ini dilaporkan sering habis hanya dalam 11 detik penggunaan penuh. Tim seperti Red Bull dan Mercedes menerapkan susunan tiga elemen horizontal pada deflector array mereka dengan sudut yang berbeda guna menciptakan upwash yang optimal.
Pertemuan final antara para kepala tim dan CEO F1 Stefano Domenicali dijadwalkan berlangsung pada 20 April 2026 untuk meresmikan perubahan teknis. Setiap pembaruan aturan yang disepakati diharapkan mulai diimplementasikan sebelum penyelenggaraan Grand Prix Miami pada 3 Mei 2026.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·