Piala Dunia 2026 diprediksi bukan hanya menjadi ajang sepak bola terbesar, tetapi juga kompetisi paling menguntungkan dalam sejarah olahraga.
Mengutip The Guardian, Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut turnamen ini sebagai acara terbesar yang pernah dilihat umat manusia, sebuah pernyataan yang didukung oleh angka angka fantastis dalam neraca keuangan lembaga tersebut.
FIFA melaporkan proyeksi pendapatan sebesar USD 13 miliar atau sekitar Rp 226,36 triliun (kurs Rp 17.413 per dolar AS) untuk siklus empat tahun yang puncaknya terjadi pada musim panas tahun ini.
Sebagai perbandingan, Olimpiade Paris 2024 hanya menghasilkan sekitar USD 5,24 miliar.
Lonjakan pendapatan ini sebagian besar dipicu oleh keputusan FIFA untuk membawa turnamen ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Sumber Pendapatan Utama FIFA
Pundi pundi uang FIFA berasal dari tiga pilar utama yang mengalami pertumbuhan signifikan pada siklus kali ini. Pertama dari hak siar televisi, penjualan tiket, hospitality, sponsor, dan lisensi.
"Penjualan hak siar global tetap menjadi penyumbang terbesar. Keputusan ekspansi peserta dari 32 menjadi 48 tim meningkatkan jumlah pertandingan dari 64 menjadi 104 laga," tulis The Guardian seperti yang dikutip kumparan, Rabu (6/5).
Hal ini memberikan lebih banyak konten untuk dijual kepada penyiar di pasar besar seperti Amerika Utara dan Eropa. Berikutnya target penjualan tiket dan hospitality melonjak menjadi USD 3 miliar.
FIFA menerapkan skema harga dinamis yang memicu kritik pedas. Tiket termahal untuk laga final di Stadion MetLife New York New Jersey dibanderol mencapai USD 10.990, hampir tujuh kali lipat dari harga final di Qatar dua tahun lalu.
Sementara itu, kemitraan komersial dengan merek global seperti Adidas, Aramco, dan Coca Cola diproyeksikan menyumbang USD 2,7 miliar. FIFA kini lebih fleksibel dengan menawarkan paket sponsor regional yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Sebagai organisasi nirlaba, FIFA menyatakan akan menginvestasikan kembali setidaknya USD 11,67 miliar untuk pengembangan sepak bola global. Namun, distribusi dana ini tetap menjadi perdebatan.
Setiap federasi anggota dari 211 negara akan menerima pembayaran tetap sebesar USD 5 juta tiap siklus untuk biaya operasional. Selain itu, total dana hadiah untuk 48 tim peserta telah ditingkatkan menjadi USD 871 juta. Setiap negara peserta kini dijamin mendapatkan minimal USD 12,5 juta, sementara sang juara akan membawa pulang USD 50 juta.
Beban Tuan Rumah
Di balik keuntungan besar FIFA, kota kota tuan rumah di Amerika Serikat justru menghadapi tantangan finansial. Berdasarkan perjanjian kontrak, FIFA mengambil seluruh pendapatan dari tiket, sponsor, bahkan biaya parkir. Sebaliknya, kota tuan rumah wajib menanggung biaya keamanan dan transportasi.
Gubernur New Jersey Mikie Sherrill mengkritik FIFA karena tidak berkontribusi pada biaya transportasi publik. Akibatnya, layanan transit New Jersey harus membebankan biaya USD 150 untuk perjalanan pulang pergi dari Manhattan ke stadion guna menutupi tagihan sebesar USD 48 juta agar tidak membebani pembayar pajak kota.
Laporan keuangan terbaru juga mengungkap peningkatan paket gaji Gianni Infantino. Bonus tahunan sang presiden meningkat dari USD 2 juta menjadi USD 3 juta, sehingga total paket penghasilannya kini mencapai USD 6 juta per tahun.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·