Filipina: ASEAN terus perkuat koordinasi hadapi ketidakpastian

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Filipina menyampaikan bahwa ASEAN berupaya untuk lebih memperkuat koordinasi regional dan memastikan bahwa kawasan tersebut tetap terbuka dan stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Menurut siaran pers ASEAN Filipina 2026 yang diakses di Jakarta, Kamis, hal itu disampaikan oleh Sekretaris Perdagangan dan Industri Filipina Cristina Roque saat pembukaan Pertemuan Dewan Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC) ke-27 di Cebu, Filipina.

Roque mengatakan bahwa diskusi ASEAN terus berlanjut setelah Pertemuan Khusus Dewan AEC baru-baru ini yang diadakan secara virtual untuk membahas perkembangan yang cepat di Timur Tengah.

“Apa yang kita lakukan di sini penting. Karena pertemuan ini bukan sekadar pertukaran pandangan. Di sinilah kita menyelaraskan posisi kita, mempertajam prioritas kita, dan memastikan bahwa ketika isu-isu diangkat, isu-isu tersebut jelas, terfokus, dan siap untuk diputuskan,” katanya.

Dia juga mencatat bahwa ASEAN bekerja melalui “langkah-langkah yang mantap dan terencana”, di mana diskusi dan pertemuan secara bertahap membawa kawasan tersebut lebih dekat menuju keputusan dan hasil yang konkret.

Roque juga menekankan dampak perkembangan global saat ini, khususnya kenaikan biaya energi dan gangguan rantai pasokan yang terus memengaruhi perekonomian ASEAN dan masyarakatnya.

“Kita di sini bukan hanya untuk menanggapi tekanan-tekanan ini, tetapi juga untuk memastikan bahwa kawasan kita tetap terbuka, stabil, dan terus maju,” kata Roque.

Selain mengatasi tantangan saat ini, Roque mengatakan ASEAN akan terus memajukan Prioritas Hasil Ekonomi Filipina, termasuk Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN (DEFA), sambil mulai menerjemahkan Visi Komunitas ASEAN 2045 ke dalam tindakan nyata.

“Ini bukanlah jalur terpisah, melainkan bagian dari upaya tunggal untuk memastikan ASEAN tetap tangguh, kompetitif, dan relevan dalam lingkungan global yang berubah,” katanya.

Pada KTT ASEAN ke-48, Jumat (8/5), ASEAN akan mengeluarkan pernyataan respons kolektif kawasan terhadap krisis Timur Tengah, yang menguraikan tindakan kolektif yang akan diterapkan oleh negara-negara anggota untuk memperkuat keamanan energi, stabilitas pasar, ketahanan keuangan, dan stabilitas makroekonomi.

Pernyataan itu juga akan mengidentifikasi bagaimana ASEAN akan lebih lanjut melindungi ketahanan pangan dan rantai pasokan pertanian, serta memperkuat respons kemanusiaan regional untuk mengatasi dampak krisis.

Filipina menjadi tuan rumah KTT ASEAN 2026 dan pertemuan terkait dengan tema “Menavigasi Masa Depan Kita, Bersama.”

Baca juga: Para pemimpin Asia Tenggara mulai tiba di Cebu jelang KTT ke-48 ASEAN

Baca juga: Filipina dorong deklarasi ASEAN tentang kerja sama maritim

Baca juga: ASEAN dukung UMKM lokal tembus pasar global

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.