Fujifilm Indonesia dan Siloam International Hospitals resmi menyepakati kemitraan strategis untuk mempercepat transformasi layanan kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Kerja sama tersebut ditandai melalui upacara penandatanganan pada Rabu, 20 Mei 2026.
Dilansir dari Medcom, kolaborasi ini bertujuan membangun ekosistem kesehatan masa depan lewat integrasi keunggulan klinis, pendidikan medis, serta inovasi AI. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Presiden dan CEO Fujifilm Holdings Corporation, Teiichi Goto.
Sebagai langkah awal, kedua institusi akan memperkenalkan solusi AI klinis untuk mendukung proses skrining dan meningkatkan akurasi diagnostik. Langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan efisiensi alur kerja klinis tim medis dalam pengambilan keputusan berbasis data secara cepat.
Kemitraan ini juga mencakup pendirian Pusat Pelatihan Endoskopi untuk memperkuat kemampuan klinis Indonesia dalam prosedur gastroenterologi tingkat lanjut, seperti EUS, ERCP, dan kolonoskopi. Program ini didukung oleh pertukaran pengetahuan internasional dengan Jepang serta program pendidikan bersama Universitas Pelita Harapan.
Selain layanan dan pendidikan, Fujifilm dan Siloam mengeksplorasi inisiatif penanganan masalah kesehatan nasional, khususnya tuberkulosis (TBC). Mereka berencana memanfaatkan sistem sinar-X portabel yang dilengkapi AI untuk melakukan skrining di komunitas terpencil dan daerah yang kurang terjangkau.
"Transformasi kesehatan yang bermakna dimulai dengan penguatan kapabilitas klinis dan perluasan akses," ujar Caroline Riady, CEO Siloam International Hospitals.
Pihak Siloam mengonfirmasi bahwa kolaborasi ini mendukung aspirasi perusahaan untuk menjadi pusat pelatihan regional. Melalui program ini, masyarakat Indonesia diharapkan dapat mengakses layanan kesehatan berkualitas internasional tanpa perlu berobat ke luar negeri.
43 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·