Gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan akhir pekan lalu berpotensi memicu gejolak di pasar energi global. Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan rencana pemblokiran Selat Hormuz, yang akan berdampak langsung pada pasokan minyak dunia dan memicu kenaikan harga. Rencana ini diumumkan setelah perundingan selama 21 jam tersebut tidak menemukan titik temu, pada Sabtu (13/4/2026).
Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan perundingan yang buntu akan berdampak buruk bagi Iran. Vance menyebut, Amerika Serikat akan memulai proses blokade terhadap semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz. Hal ini disampaikan Trump melalui akun media sosialnya, dikutip dari Detikcom.
Keputusan AS memblokade Selat Hormuz diperkirakan akan memicu peningkatan harga minyak mentah dunia. Dilansir dari Reuters, harga minyak mentah Brent melonjak, mencapai lebih dari US$100 per barel. Situasi ini diperparah dengan pernyataan dari Garda Revolusi Iran (IRGC) yang mengancam akan menyerang kapal militer AS jika mendekati Selat Hormuz.
Menurut Mantan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, kegagalan perundingan ini mencerminkan kurangnya kesungguhan dalam mencapai perdamaian. Ma'ruf Amin mengatakan, jika semua pihak mengedepankan kepentingan bersama, kegagalan tidak akan terjadi. Dia menambahkan, konflik yang berkepanjangan hanya akan membawa dampak buruk bagi dunia.
Kondisi ini diperkirakan akan berdampak luas, tidak hanya pada negara yang terlibat langsung tetapi juga dunia secara keseluruhan, khususnya bagi Indonesia. Potensi dampak bagi perekonomian global juga akan dirasakan oleh Indonesia. Menurut data dari beberapa sumber, potensi inflasi juga meningkat karena harga energi naik.
Analis IG Market, Tony Sycamore, melihat langkah AS ini sebagai upaya melumpuhkan aliran ekonomi minyak Iran secara efektif. Namun, di sisi lain, langkah ini berisiko memicu tekanan dari sekutu maupun pelanggan Iran agar jalur vital tersebut dibuka kembali.
Pemerintah Iran angkat bicara terkait hal ini. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding Amerika Serikat sebagai penyebab gagalnya perundingan damai di Islamabad.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·