Galeri Orbital Dago Bandung Gelar Pameran Karya Seniman Bali

Sedang Trending 59 menit yang lalu

GALERI Orbital Dago di Bandung menghelat pameran tunggal seniman Bali, I Ketut Adi Candra yang berjudul Aum. Digelar sejak 6 hingga 31 Mei 2026, karyanya terdiri dari lukisan, ornamen dan simbol yang biasa digunakan pada upacara ritus dalam bentuk gambar, dan sanggah atau tempat sesaji.

“Karyanya memperlihatkan hubungan dengan tradisi dan spiritualitas Bali,” kata kurator pameran Bambang Subarnas dalam keterangannya, Rabu 6 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pada karya lukisan, seniman menempatkan dirinya sebagai saluran atau perantara bagi energi kreatif Tuhan (Sang Hyang Widhi). Pada karya berjudul Energi Tantra misalnya, Adi Candra menampilkan gaya visual yang mendapat pengaruh teknik melukis modern. Sapuan liar, tekstur, semburat warna, mengahasilkan lukisan abstrak yang diselipkan simbol-simbol sakral seperti rerajahan, ornamen sesembahan dan sejenisnya.

Simbol sakral juga digunakan seniman pada karya-karya gambar (drawing) dan pada karya instalasi berjudul Purification of Body, Mind and Soul yang memperlihatkan pandangan kosmologis Bali. Adi menampilkan bentuk tiga dimensi bernama Guwungan Sudamala yang digantung melayang.

GuwunganSudamala dalam upacara ManusaYadnya adalah sangkar ayam tradisional Bali yang melambangkan proses ruwatan atau pembersihan diri secara spiritual. Alat ini disimbolkan sebagai tempat pengekang pengaruh buruk serta menjadi simbol perlindungan. Adapun di bawah Guwungan terdapat gambar kura-kura BedawangNala yang diapit dua naga yaitu Naga Basuki dan Naga Anantabhoga. 

Ketut Adi Candra, kelahiran 1973, merupakan seniman lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang mulai aktif berpameran sejak 1993. Sebanyak 11 kali merupakan pameran tunggal dan 48 kali ikut pameran kelompok. Pada 1998, ia menjadi salah satu finalis Philip Moris Art Award dan karyanya dipamerkan di Galeri Nasional Jakarta.

Sejak 2017, Adi Candra menjadi pelayan umat Hindu sebagai jero mangku di lingkungan desanya di Singapadu Kaler, Sukawati, Gianyar, Bali. Sebagai jero mangku, ia menjadi pemuka adat yang memimpin berbagai ritual peribadatan. Sebagai pelukis Adi menjalani profesi di tengah kehidupan masyarakat kontemporer Bali dimana tradisi, kapitalisme, dan modernitas berlangsung serentak, cair, dan dinamis.

Pameran tunggal sebelumnya antara lain pada 2025 yaitu The Awkening di Biji Art Space, Ubud, Bali, dan Candra Tantra di Live Space Jogja Gallery. Kemudian, Harmony (2024) di Tan Art Space Semarang, dan pada 2023 menggelar dua kali pameran tunggal yakni Tantra di Balai Budaya Jakarta, serta Sangkala di NW Art Space Yogyakarta.

ANWAR SISWADI