Ganda Putri Indonesia Takluk dari Taiwan di Uber Cup 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pasangan ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti, gagal menyumbangkan poin saat menghadapi tim Taiwan pada ajang Uber Cup 2026 di Forum Horsens, Denmark, Selasa (28/4/2026). Kekalahan ini terjadi setelah pasangan ganda pertama Indonesia tersebut menyerah dalam dua gim langsung.

Sebagaimana dilansir dari Detik Sport, Tiwi dan Fadia diturunkan pada partai kedua untuk menjaga tren positif tim Merah Putih. Namun, mereka harus mengakui keunggulan ganda Taiwan, Hsieh Pei Shan dan Hung En-Tzu, dengan skor akhir 21-23 dan 13-21 melalui persaingan yang cukup sengit.

Siti Fadia Silva Ramadhanti mengungkapkan permohonan maafnya atas hasil negatif tersebut dan mengakui bahwa lawan sudah sangat memahami pola permainan mereka di lapangan.

"Kami mohon maaf tidak bisa menyumbang poin hari ini. Sudah mencoba tapi kita sama-sama sudah tahu permainan masing-masing," kata Fadia.

Fadia menyayangkan kegagalan pada akhir gim pertama karena kurangnya ketenangan saat berada di poin-poin kritis. Ia menilai lawan tampil lebih percaya diri dibandingkan kubu Indonesia yang cenderung terburu-buru dalam menyelesaikan reli.

"Sayang di akhir gim pertama memang lawan lebih yakin sementara kami terlalu buru-buru," lanjut Fadia.

Amallia Cahaya Pratiwi turut memberikan penegasan mengenai penurunan performa mereka pada gim kedua. Menurutnya, banyaknya kesalahan sendiri yang mereka buat justru memberikan keuntungan besar bagi lawan untuk menekan secara terus-menerus.

"Di gim kedua kami banyak melakukan kesalahan sendiri yang membuat mereka lebih percaya diri," kata Tiwi.

Faktor lain yang disoroti oleh pasangan Indonesia adalah masalah kekompakan dan pengalaman bertanding sebagai rekan duet di lapangan. Fadia menyebutkan bahwa dirinya dan Tiwi baru dipasangkan pada awal tahun 2026, sehingga masih memerlukan proses untuk mencapai level permainan yang lebih cerdik.

"Mereka sudah lama bermain bersama dan tadi mereka bisa lebih tahu untuk memanfaatkan celah yang ada. Kami harus bisa lebih cerdik lagi," kata Fadia.