Garuda Indonesia Siapkan 15 Pesawat untuk Operasional Haji 2026

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Maskapai Garuda Indonesia memastikan kesiapan operasional penerbangan haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi yang akan dimulai pada Selasa, 21 April 2026. Fokus utama operasional tahun ini diarahkan pada aspek keselamatan, keandalan armada, serta optimalisasi layanan bagi jemaah lanjut usia.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menjelaskan bahwa penguatan layanan ini sejalan dengan meningkatnya proporsi jemaah haji lansia. Dilansir dari Cahaya, perusahaan pelat merah tersebut memprioritaskan kenyamanan bagi sekitar 18 ribu jemaah lansia atau 18 persen dari total penumpang.

"Kami menitikberatkan pada aspek keselamatan penerbangan, keandalan armada, serta penguatan layanan ramah lansia, sejalan dengan meningkatnya proporsi jemaah haji lansia pada tahun ini," kata Glenny Kairupan, Direktur Utama Garuda Indonesia.

Pihak maskapai menyiapkan fasilitas pendukung berupa kursi roda di setiap embarkasi serta ambulift di Jakarta dan Solo. Selain itu, jemaah akan mendapatkan bantuan mobilitas melalui buggy car di Bandara Internasional King Abdulaziz dan pendampingan intensif dari awak kabin selama penerbangan.

Sebanyak 15 pesawat berbadan lebar dikerahkan untuk mendukung mobilitas jemaah, yang terdiri dari delapan unit milik perusahaan dan tujuh unit sewa. Armada tersebut mencakup tipe Boeing 777-300ER, Airbus A330-300, dan Airbus A330-900neo yang telah melalui perawatan berlapis.

Garuda Indonesia menjadwalkan pengangkutan sedikitnya 102.502 jemaah yang terbagi dalam 278 kelompok terbang dari 10 embarkasi nasional. Sumber daya manusia yang disiagakan mencapai 1.085 awak pesawat, terdiri dari 731 awak kabin dan 354 awak kokpit, ditambah 139 petugas darat.

Fase pemberangkatan menuju Madinah dijadwalkan berlangsung mulai 21 April hingga 6 Mei 2026, disusul rute menuju Jeddah pada 7 hingga 21 Mei 2026. Penerbangan perdana akan diberangkatkan dari embarkasi Yogyakarta menggunakan pesawat nomor GA 6501 pada pukul 23.40 WIB.

Seluruh armada telah dipastikan memenuhi standar sertifikasi otoritas penerbangan Arab Saudi. Setelah fase keberangkatan selesai, Garuda Indonesia akan melanjutkan agenda pada fase pemulangan jemaah yang dijadwalkan berlangsung dari 1 hingga 30 Juni 2026.