Gedung Putih akan rilis dokumen UFO bertahap mulai Jumat

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ada sejumlah laporan dari pilot dan mungkin satu video

Washington (ANTARA) - Gedung Putih akan mulai merilis dokumen benda terbang tak dikenal (UFO) yang lama dinantikan pada Jumat (8/5) waktu setempat, beberapa bulan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan deklasifikasi materi tersebut.

"Besok akan mulai dirilis. Ada sejumlah laporan dari pilot dan mungkin satu video," kata anggota Kongres dari Partai Republik, Tim Burchett, kepada The New York Post, Kamis.

Burchett, yang merupakan anggota kelompok kerja Komite Pengawasan DPR AS terkait deklasifikasi dokumen federal, mengatakan materi yang dirilis tersebut kemungkinan terkait laporan pilot militer AS mengenai pertemuan dengan benda terbang tak dikenal.

Namun, rilis perdana itu nantinya tidak akan mencakup 46 video UFO yang sebelumnya diminta Kongres untuk dipublikasikan oleh Departemen Pertahanan AS.

Baca juga: Kemenhan Jepang didesak bentuk kantor khusus tangani UFO, UAP

Dokumen akan dirilis secara bertahap setiap pekan, berbeda dengan publikasi dokumen pembunuhan Presiden John F. Kennedy dan kasus Jeffrey Epstein.

Burchett menambahkan sebagian legislator masih menolak rencana tersebut, tetapi dia yakin Trump akan menepati janjinya untuk membuka dokumen tersebut.

"Transparansi tidak akan terjadi sekaligus, butuh waktu," ujarnya.

Pada Februari lalu, mantan presiden AS Barack Obama mengatakan dalam siniar Brian Cohen bahwa ia percaya alien ada, meski tidak pernah melihatnya. Obama kemudian menegaskan tidak menemukan bukti kontak dengan makhluk luar angkasa itu selama masa kepresidenannya.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Kilatan cahaya di langit Kiev picu spekulasi, termasuk UFO yang jatuh

Baca juga: Kongres AS akan dengar kesaksian soal UFO, pertama dalam setengah abad

Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.