Beijing (ANTARA) - Pengadilan militer China pada Kamis (7/5) menjatuhkan hukuman mati dengan masa percobaan dua tahun terhadap dua mantan menteri pertahanan China dalam dua kasus korupsi berbeda.
Wei Fenghe dan Li Shangfu keduanya adalah mantan anggota Komisi Militer Pusat dan mantan anggota Dewan Negara. Mereka dicabut hak politiknya seumur hidup dan semua aset pribadi mereka disita karena Wei dinyatakan bersalah menerima suap dan Li dinyatakan bersalah menerima dan menawarkan suap, berdasarkan pemberitaan media pemerintah.
Putusan pengadilan juga menyatakan bahwa tidak akan ada pengurangan hukuman atau pembebasan bersyarat lebih lanjut setelah hukuman mereka diubah menjadi penjara seumur hidup sesuai dengan hukum setelah berakhirnya masa percobaan dua tahun.
Di China, hukuman mati dengan masa percobaan biasanya dapat diubah menjadi hukuman seumur hidup jika terpidana tidak melakukan pelanggaran baru selama masa percobaan dua tahun tersebut. Hukuman dapat dikurangi lagi atas dasar perilaku baik selama masa hukuman.
Wei Fenghe (72 tahun) berasal dari provinsi Shandong, bergabung dengan militer pada 1970 dan bergabung dengan Partai Komunis China dua tahun kemudian. Ia menjadi anggota Komisi Militer Pusat (CMC) dari Angkatan Roket pada 2012 dan diangkat sebagai anggota Dewan Negara dan Menteri Pertahanan Nasional pada 2018 hingga 2023.
Pada September 2023, Badan Disiplin dan Pengawasan CMC memulai penyelidikan terhadap Wei atas pelanggaran serius terhadap disiplin partai dan hukum nasional. Ia disebut gagal memenuhi tanggung jawab politiknya, menolak penyelidikan, mencari keuntungan pribadi untuk orang lain, menerima sejumlah besar uang sebagai suap serta melakukan pelanggaran serius lainnya.
Hasil penyelidikan mengatakan bahwa Wei tidak bisa lagi dipercaya kepercayaan dan kehilangan loyalitas.
"Tindakannya mengkhianati kepercayaan yang diberikan kepadanya, sangat merusak lingkungan politik militer, dan menyebabkan kerugian signifikan bagi tujuan Partai, pertahanan nasional, pengembangan militer, dan citra kepemimpinan perwira tinggi militer," demikian disebutkan media pemerintah.
Sementara Li Shangfu (68 tahun) berasal dari provinsi Jiangxi bergabung dengan PKC pada 1980 dan mendaftar di militer dua tahun kemudian. Ia menjadi anggota CMC pada 2022 dan diangkat sebagai anggota Dewan Negara mewakili Angkatan Darat dan kemudian menjadi Menteri Pertahanan Nasional pada Maret 2023.
Li mulai menjalani penyelidikan pada Agustus 2023. Penyelidik menemukan bahwa ia gagal memenuhi tanggung jawab politiknya, menolak penyelidikan, melanggar disiplin organisasi dengan mencari keuntungan pribadi untuk dirinya sendiri dan orang lain, menerima dan menawarkan sejumlah besar uang sebagai suap serta melakukan pelanggaran serius lainnya.
"Li meninggalkan cita-cita awalnya dan mengabaikan prinsip-prinsip partai. Tindakannya sangat merusak lingkungan politik di sektor peralatan militer dan etos kerja, menyebabkan kerugian signifikan bagi tujuan partai, pertahanan nasional, pengembangan militer, dan citra perwira tinggi militer," demikian disebutkan.
Kasus terhadap Wei dan Li diserahkan ke otoritas kejaksaan militer mereka dikeluarkan dari PKC pada Juni 2024.
Sebelumnya, Komisi Militer Pusat (PMK) telah memutuskan untuk mengeluarkan Wei dari militer dan mencabut pangkat jenderalnya di Angkatan Roket (yang bertanggung jawab atas persenjataan nuklir Tiongkok), serta mengeluarkan Li dari militer dan mencabut pangkat jenderalnya di Angkatan Darat.
Hukuman ini menjadi langkah terbaru dalam upaya pemberantasan korupsi yang berkelanjutan di tubuh militer China.
Sebelum hukuman Wei dan Li, pemerintah China juga telah memberhentikan wakil ketua Komisi Militer Pusat (CMC) Zhang Youxia pada Januari 2026. Zhang adalah orang nomor dua dalam badan pertahanan nasional yang dipimpin Presiden Xi Jinping.
Menurut Center for Strategic and International Studies yang berbasis di Washington sudah ada 36 orang jenderal dan letnan jenderal telah secara resmi diberhentikan sejak 2022.
Baca juga: Terima suap, eks pentolan Partai Komunis China divonis hukuman mati
Baca juga: Sempat bersembunyi 20 tahun, pelaku pembunuhan di China divonis mati
Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·