Gelombang panas ekstrem diperkirakan akan melanda wilayah timur Amerika Serikat pada pekan depan, memecahkan rekor suhu dan memicu lonjakan permintaan energi. Ibu kota Washington dan New York akan merasakan dampak paling signifikan pada pertengahan minggu, menurut laporan Bloomberg yang dilansir pada Jumat (12/4/2026).
Badan Meteorologi Nasional (National Weather Service/NWS) memproyeksikan suhu di Washington akan mencapai puncaknya 34 derajat Celcius di National Mall pada hari Rabu. Sementara itu, Central Park di New York diperkirakan mencapai 30,5 derajat Celcius.
Kondisi panas ini akan meluas ke sebagian besar wilayah Mid-Atlantic dan tenggara, dengan setidaknya 165 rekor suhu harian berpotensi terancam atau terpecahkan sepanjang minggu depan. Suhu tinggi ini datang lebih awal dari rata-rata, karena Washington biasanya mengalami hari pertama dengan suhu 90°F (32,2°C) sekitar 19 Mei.
Peningkatan suhu ini diperkirakan akan signifikan dalam meningkatkan permintaan energi. PJM Interconnection LLC, operator jaringan listrik di 13 negara bagian di timur AS, telah mengeluarkan peringatan cuaca panas untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik.
Gelombang panas juga berpotensi menyebabkan masalah transportasi. Panas ekstrem dapat menyebabkan rel kereta api dan kabel overhead mengembang, yang berakibat pada perlambatan laju kereta, seperti dikutip dari Bloomberg.
PJM menyatakan bahwa suhu yang mendekati 90°F (32,2°C) di wilayah tersebut tidak biasa untuk pertengahan April. Suhu tinggi di Washington dan wilayah selatan diprediksi bertahan setidaknya hingga hari Jumat.
Selain itu, cuaca kering dan suhu yang lebih hangat meningkatkan risiko kebakaran semak di seluruh wilayah timur Amerika Serikat, termasuk New York, Pennsylvania, New England selatan, dan beberapa bagian Georgia.
Joe Wegman, seorang peramal cuaca di Pusat Prakiraan Cuaca Amerika Serikat, menjelaskan bahwa jika prakiraan ini akurat, tahun ini kemungkinan akan masuk dalam 10 tahun terawal Washington mengalami suhu 90°. Catatan suhu 90°F terawal pernah terjadi pada 22 Maret 1907.
Penyebab gelombang panas ini adalah punggung tekanan tinggi yang besar. Kondisi ini menghalangi front dingin yang seharusnya membawa kelegaan melintasi benua, sekaligus memompa udara panas dari daerah tropis dan Teluk Meksiko.
Meskipun demikian, puncak panas diperkirakan akan mulai surut dari New York dan Philadelphia pada hari Kamis. Philadelphia sendiri diperkirakan mencapai rekor 89°F (31,7°C) pada hari Rabu, tambah Wegman.
Gelombang panas yang akan melanda bagian timur AS ini mengikuti gelombang panas tidak biasa yang beberapa minggu lalu memecahkan rekor di seluruh California dan Barat Daya. Peristiwa sebelumnya menyebabkan pencairan lapisan salju dan menimbulkan ancaman kekeringan serta kebakaran hutan di akhir tahun.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·