Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Duta Besar Mesir untuk Indonesia Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi membahas rencana kerja sama sister province antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Alexandria.
“Alhamdulillah, kami berdiskusi dengan Wakil Duta Besar Mesir di Masjid Al-Akbar Surabaya terkait rencana kerja sama antara Jawa Timur dan Alexandria,” ujar Khofifah dalam pertemuan di Masjid Al-Akbar Surabaya, Minggu.
Pertemuan yang berlangsung di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya itu turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim.
Khofifah menjelaskan pembahasan tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Letter of Intent (LoI) atau surat pernyataan kehendak kerja sama antara Pemprov Jawa Timur dan Pemerintah Alexandria yang sebelumnya dipimpin Mohamed Taher El-Sherif.
“Kami optimistis akan ada kemajuan signifikan dari kerja sama ini menuju penandatanganan nota kesepahaman (MoU),” katanya.
Baca juga: Khofifah dan Gubernur Alexandria sepakati kerja sama tiga bidang
Menurut dia, kerja sama dalam format sister province tersebut telah memperoleh persetujuan DPRD Jawa Timur dan memiliki potensi saling melengkapi, terutama di sektor perdagangan dan pendidikan.
“Ada potensi link and match antara Jawa Timur dan Alexandria, khususnya di bidang perdagangan dan pendidikan,” ujarnya.
Pada sektor pendidikan, Khofifah menilai kedua wilayah memiliki kesamaan fokus dalam pengembangan sumber daya manusia, termasuk peluang kerja sama dengan Universitas Al-Azhar.
“Ini bisa menjadi fondasi awal untuk penguatan pendidikan, transfer pengetahuan, serta pemanfaatan khazanah keilmuan yang berkembang di sana,” ucapnya.
Baca juga: Dubes Kairo ajak pengusaha Alexandria tingkatkan impor produk Indonesia
Selain itu, ia mengungkapkan rencana penguatan kerja sama antara perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (NU) dengan Al-Azhar, khususnya dalam bidang pencegahan dan penanggulangan terorisme.
“Termasuk rencana kerja sama beberapa perguruan tinggi NU dengan Al-Azhar dalam upaya penanggulangan terorisme,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memaparkan pengelolaan masjid sebagai pusat layanan keagamaan dan sosial berbasis fasilitas edukatif dan ramah lingkungan.
“Dengan keterbatasan lahan, kami memaksimalkan fungsi masjid melalui berbagai fasilitas, seperti greenhouse, mini soccer berbasis pendidikan Al Quran, perpustakaan digital, hingga taman tematik dan fasilitas ramah lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Duta Besar Mesir Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi mengapresiasi pengelolaan masjid yang dinilai optimal dalam melayani jamaah serta menjadi pusat kegiatan keagamaan yang representatif.
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·