Wilayah Jawa Barat bagian selatan diguncang dua aktivitas gempa bumi tektonik yang terjadi secara berurutan di perairan Kabupaten Pangandaran dan Kota Sukabumi pada Kamis (14/5/2026) siang. Getaran pertama muncul dari Sukabumi pada pukul 12.54 WIB, disusul guncangan di Pangandaran pada pukul 13.18 WIB.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa di Pangandaran memiliki kekuatan Magnitudo 3,1 dengan titik pusat berada pada kedalaman 63 kilometer. Secara geografis, episenter gempa ini terletak pada koordinat 7.97 LS dan 108.62 BT atau sekitar 32 kilometer arah tenggara Kabupaten Pangandaran.
"Gempa Mag:3.1, 14-May-2026 13:18:39WIB, Lok:7.97LS, 108.62BT (32 km Tenggara KAB-PANGANDARAN-JABAR), Kedalaman: 63 Km," tulis BMKG dikutip dari iNews.
Pihak otoritas menyatakan bahwa informasi awal ini sengaja disebarkan secara cepat demi kepentingan publik meskipun pengolahan data belum sepenuhnya stabil. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat rentetan gempa di pesisir selatan tersebut.
Sebelum guncangan di Pangandaran, BMKG melalui laporan Tribunnews mencatat gempa dangkal berkekuatan Magnitudo 2,8 melanda wilayah Kota Sukabumi. Pusat getaran berada di laut pada kedalaman 6 kilometer dengan jarak sekitar 69 kilometer arah selatan dari Kota Sukabumi.
Peristiwa ini menambah catatan aktivitas seismik di Jawa Barat setelah sebelumnya pada Minggu (10/5/2026) pagi, Pangandaran juga diguncang gempa Magnitudo 3,0 di kedalaman 10 kilometer. Lokasi gempa pekan lalu berada lebih jauh, yakni sekitar 254 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran.
BMKG tetap mengimbau masyarakat di sepanjang pesisir selatan Jawa Barat untuk tidak panik namun tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Warga diminta hanya mempercayai informasi dari kanal resmi dan menjauhi bangunan yang sudah retak atau tidak stabil pasca-getaran.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·