Mantan kapten Timnas Italia Gianluigi Buffon mengungkapkan keprihatinannya atas kemerosotan prestasi Gli Azzurri yang gagal lolos ke tiga putaran final Piala Dunia secara berturut-turut pada Rabu, 22 April 2026. Dalam wawancara bersama The Guardian, Buffon menyebut hilangnya pemain kreatif sebagai salah satu faktor utama.
Kiper legendaris tersebut menilai situasi saat ini sangat tidak terbayangkan jika melihat sejarah besar sepak bola Italia. Ia mendesak adanya analisis mendalam dan perubahan nyata untuk memperbaiki masa depan tim nasional agar tidak terus terjebak dalam masalah yang sama.
"Se me lo avessero detto 12 anni fa, avrei risposto che sarebbe stato molto più facile vedere mille alieni intorno a me piuttosto che l'Italia non qualificarsi a tre Mondiali consecutivi. Ma questa è la realtà” ujar Gianluigi Buffon, Mantan Kapten Timnas Italia.
Buffon menekankan pentingnya kejujuran dalam melihat kondisi internal sepak bola Italia saat ini. Menurutnya, mengabaikan eksistensi masalah hanya akan membuat krisis tersebut bertahan lebih lama tanpa solusi yang efektif.
"Per superare questo momento dobbiamo capire perché ci sono difficoltà. Dobbiamo cambiare. Se siamo chiari in questa analisi, abbiamo il potenziale per creare un futuro molto migliore. Ma se neghi che ci sia un problema, quel problema rimarrà sempre lì" kata Gianluigi Buffon, Mantan Kapten Timnas Italia.
Analisis Buffon mencakup tiga faktor utama penyebab penurunan level permainan Italia di kancah internasional. Faktor tersebut meliputi dampak globalisasi yang meningkatkan kompetisi, hilangnya keunggulan taktis, serta ketiadaan sosok pemain nomor 10 yang jenius.
"Abbiamo giocatori fantastici ma ciò che manca è il vero talento creativo come quello di Baggio, Del Piero o Totti, che un tempo ci aiutavano a vincere. Fino a 15 anni fa, quando vincevamo eravamo tatticamente superiori ai nostri avversari, ma oggi il livello medio mondiale è aumentato notevolmente" kata Gianluigi Buffon, Mantan Kapten Timnas Italia.
Laporan dari Gazzetta.it dan MondoPrimavera menyoroti bahwa sistem pembinaan usia muda Italia saat ini cenderung fokus pada aspek fisik dan taktis. Hal tersebut dinilai mengorbankan kebebasan ekspresi dan kreativitas pemain yang dahulu menjadi ciri khas talenta besar Italia.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·