Gibran Bahas Kejahatan Siber dan Investasi Pupuk dengan Deputi PM Laos

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Wakil Presiden Gibran Rakabuming membahas penguatan kerja sama pemberantasan kejahatan siber dan investasi industri pupuk saat menerima kunjungan Deputi Perdana Menteri Laos Thongsavan Phomvihane di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (5/5). Pertemuan bilateral yang berlangsung selama 30 menit tersebut turut menyoroti isu perlindungan Warga Negara Indonesia.

Kedatangan Deputi PM Thongsavan di Jalan Medan Merdeka Selatan pada pukul 13.20 WIB disambut dengan prosesi budaya berupa Tari Pendhet dan musik sasando. Dalam kunjungan resmi ini, ia didampingi oleh Duta Besar Laos untuk Indonesia Khamfeuang Phanthaxay.

Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta menjelaskan bahwa kedua negara telah menyepakati perluasan kolaborasi pada sektor keamanan, ekonomi, hingga politik. Fokus utama di bidang keamanan mencakup penanganan penipuan daring yang melibatkan banyak pekerja migran.

"Selain Kamboja, ada Laos yang juga banyak WNI terlibat di dalam kasus ini, sehingga pengembangan kerja sama intelijen dan keamanan ini sangat penting untuk kita tingkatkan," ujar Anis Matta dalam konferensi pers yang dilansir CNBC Indonesia.

Terkait sektor perdagangan, Anis memaparkan adanya defisit sebesar US$57 juta bagi Indonesia dari total nilai perdagangan kedua negara yang mencapai US$83,8 juta. Kondisi ini dipicu oleh tingginya ketergantungan industri dalam negeri terhadap pasokan potas sebagai bahan baku pupuk dari Laos.

Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengatur BUMN sedang menjajaki langkah strategis untuk menekan angka defisit tersebut. Wakil Kepala Badan Pengatur BUMN Aminuddin Ma'ruf menyatakan rencana investasi hilirisasi di negara tetangga tersebut melalui perusahaan pelat merah.

"Untuk mengurangi ketergantungan bahan baku yang ada di Laos, mungkin salah satu peluang investasi yang perlu kita jajaki adalah pendirian pabrik pupuk di sana untuk mengurangi biaya bahan baku," kata Aminuddin Ma'ruf.

Pada aspek politik, kedua delegasi mulai mempersiapkan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Laos yang akan jatuh pada tahun 2027. Pemerintah kedua negara tengah merancang bentuk kerja sama yang lebih strategis untuk memperingati tujuh dekade hubungan tersebut.