Goldman Sachs Group Inc. resmi mengajukan permohonan peluncuran dana diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada pekan ini, tepatnya Kamis, 16 April 2026. Langkah ini menempatkan Goldman dalam persaingan ketat dengan institusi besar lain seperti BlackRock Inc. dan Morgan Stanley.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, produk bertajuk Goldman Sachs Bitcoin Premium Income ETF ini dirancang unik untuk menghasilkan pendapatan bulanan melalui penjualan opsi. Strategi ini menawarkan imbal hasil kepada investor sebagai kompensasi atas potensi keuntungan yang terbatas saat harga aset kripto tersebut melonjak.
Divisi manajemen aset bank asal New York ini mengadopsi struktur dari pasar ekuitas yang telah mengumpulkan dana lebih dari US$180 miliar. Kategori ETF derivatif ini semakin populer di kalangan investor yang mencari stabilitas di tengah fluktuasi pasar yang tinggi.
Langkah Goldman Sachs ini merupakan bentuk ekspansi langsung pertama mereka ke dalam instrumen investasi kripto. Sebelumnya, BlackRock telah mengajukan produk serupa pada Januari, disusul oleh Roundhill Financial Inc. yang telah mengoperasikan produk sejenis sejak tahun 2024.
Penerbitan instrumen ini menjadi ironi karena Bitcoin sebelumnya sering dikritik oleh investor tradisional karena dianggap tidak menghasilkan arus kas atau pendapatan tetap. Kini, Wall Street justru merancang produk yang memungkinkan aset tersebut memberikan imbal hasil rutin bagi pemiliknya.
CEO Goldman Sachs, David Solomon, juga sempat mengungkapkan kepemilikan pribadinya terhadap Bitcoin pada Februari lalu. Dalam acara World Liberty Forum di Florida, Solomon mengakui bahwa dirinya bukan merupakan seorang peramal aset kripto yang hebat meski telah memiliki aset tersebut.
"Strategi pendapatan premi adalah cara mudah untuk mulai berinvestasi di Bitcoin secara bertahap. Ini seperti Bitcoin dengan roda pelatihan, tetapi dengan sentuhan keelokan, yang sesuai dengan merek Goldman," kata Nate Geraci, Presiden NovaDius Wealth Management.
Data dari Strategas Research menunjukkan bahwa minat investor terhadap produk pendapatan premi melonjak tajam dengan arus masuk mencapai US$70 miliar pada tahun 2025. Angka tersebut tercatat meningkat dua kali lipat dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang dipicu oleh kesuksesan produk sejenis dari JPMorgan.
ETF yang diusulkan oleh Goldman bertujuan memberikan eksposur terhadap Bitcoin dengan volatilitas yang lebih rendah dibandingkan kepemilikan aset secara langsung. Hal ini dinilai sangat relevan mengingat harga Bitcoin sempat merosot hingga 40% sejak mencapai level tertingginya pada Oktober tahun lalu.
Pengajuan dokumen ini juga dilakukan menyusul langkah strategis Goldman Sachs yang baru saja merampungkan akuisisi terhadap Innovator Capital Management. Perusahaan tersebut merupakan salah satu pelopor dalam penggunaan strategi opsi untuk menentukan hasil investasi atau menghasilkan pendapatan tetap di pasar ETF.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·