Divisi kecerdasan buatan Google, Google DeepMind, memamerkan terobosan teknologi terbaru mereka yang dinamakan Magic Pointer. Inovasi ini hadir sebagai kursor berbasis AI yang memiliki kemampuan memahami objek serta konteks yang sedang ditunjuk oleh pengguna pada layar perangkat.
Dilansir dari Tekno, fitur ini diperkenalkan bersamaan dengan perangkat konsep bernama Googlebook. Pengembangan teknologi tersebut bertujuan menciptakan interaksi antara manusia dan AI yang lebih praktis sekaligus natural, sehingga meminimalisir pengetikan perintah yang panjang.
Mekanisme kerja Magic Pointer mengandalkan penangkapan konteks visual serta semantik di area posisi kursor berada. Hal ini memungkinkan kecerdasan buatan untuk secara aktif melihat bagian layar yang menjadi perhatian pengguna dan memproses informasi penting di lokasi tersebut.
Fleksibilitas fitur ini semakin terlihat melalui dukungan kombinasi antara gerakan kursor dan instruksi suara. Integrasi tersebut membuat pengguna dapat memberikan perintah singkat tanpa harus merinci detail informasi secara manual melalui keyboard.
Sebagai simulasi, seseorang cukup mengarahkan kursor pada foto sebuah bangunan sambil memberikan instruksi suara untuk menunjukkan arah ke lokasi tersebut. Sistem AI secara otomatis akan mengenali konteks gambar tanpa membutuhkan penjelasan tambahan dari pengguna.
Selain pencarian lokasi, fungsionalitas Magic Pointer mencakup berbagai tugas produktivitas. AI ini mampu meringkas isi dokumen PDF, mengoreksi susunan kalimat yang sedang diketik, hingga mentransformasi data statistik mentah menjadi grafik visual yang mudah dipahami.
Kemampuan lainnya memungkinkan pengguna memodifikasi resep masakan yang tampil di layar atau melakukan pemesanan restoran langsung dari sebuah video perjalanan. Dalam demonstrasinya, Google menunjukkan bagaimana cuplikan video yang dijeda dapat dikonversi menjadi tautan pemesanan secara instan.
Magic Pointer diposisikan sebagai fitur unggulan pada Googlebook, sebuah laptop konsep yang mengintegrasikan elemen dari sistem operasi Windows, Chromebook, dan Android. Meski saat ini masih dalam tahap awal, teknologi ini dijadwalkan akan diintegrasikan ke layanan Gemini pada peramban Google Chrome.
Kehadiran fitur ini di Google Chrome akan memudahkan pengguna dalam membandingkan spesifikasi beberapa produk di situs belanja hanya dengan menunjuknya. Bahkan, pengguna dapat melakukan visualisasi furnitur baru secara virtual dengan mengarahkan kursor ke area ruang tamu di layar.
Bagi masyarakat yang ingin mencoba, Google telah menyediakan akses demo melalui AI Studio. Saat ini terdapat dua jenis simulasi yang dapat diuji coba, yakni fungsi pengeditan gambar serta navigasi pencarian lokasi pada peta.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·