Jakarta (ANTARA) - International Boxing Federation (IBF) memerintahkan laga kelas super welter (69,9kg) antara Bakhram Murtazaliev melawan Caoimhín Agyarko untuk memperebutkan posisi penantang wajib di divisi tersebut.
“Pemenang pertarungan itu akan menjadi penantang wajib untuk memperebutkan gelar juara dunia kelas welter super IBF milik Josh Kelly,” demikian laporan The Ring yang dikutip di Jakarta, Minggu.
Pengumuman itu muncul setelah kabar buruk menimpa Brandon Adams yang pingsan di kamar hotel pada hari penimbangan berat badan jelang pertarungan melawan Agyarko, yang membuat laga itu terpaksa dibatalkan.
Dengan pulihnya Adams, IBF ingin menjaga aktivitas divisi super welter tetap berjalan. Oleh karena itu, Agyarko tetap diberi kesempatan dengan menghadapi mantan juara dunia IBF kelas super welter, Murtazaliev, dalam laga eliminator final.
Baca juga: Iglesias rebut juara dunia IBF pada kemenangan kesembilan beruntun
Bagi Murtazaliev, laga ini menjadi kesempatan untuk bangkit setelah kekalahannya dari Josh Kelly pada akhir Januari 2026 melalui keputusan mayoritas, yang membuatnya kehilangan gelar IBF.
Kekalahan tersebut merupakan satu-satunya dalam karier petinju asal Rusia itu, dengan catatan kini 23 kemenangan (17 KO) dan satu kekalahan.
Jika Murtazaliev mengalahkan Agyarko, peluang pertandingan ulang melawan Kelly kemungkinan tidak terjadi dalam waktu dekat. Pasalnya, sang juara dikabarkan sedang dalam negosiasi untuk menghadapi juara dunia kelas super welter versi World Boxing Council (WBC), Sebastian Fundora.
Selain itu, Eddie Hearn, promotor Kelly, menyatakan bahwa ia juga berencana mengatur agar pemenang laga ini menghadapi pemenang duel antara Xander Zayas dan Jaron Ennis dalam upaya menuju perebutan gelar juara tak terbantahkan.
Baca juga: Nyeri dada, Brandon Adams dilarikan ke rumah sakit jelang laga IBF
Meski peluang laga ulang melawan Kelly masih jauh, Murtazaliev ingin mengamankan status penantang wajib dan telah memberi tahu badan pengatur bahwa ia siap berpartisipasi. Sementara itu, Agyarko belum memastikan apakah akan menerima pertarungan tersebut.
Agyarko, petinju asal Irlandia yang belum terkalahkan, diperkirakan akan menjadi underdog jika kesepakatan melawan Murtazaliev tercapai.
Dalam laga terbarunya, petinju berusia 29 tahun itu bertarung sengit melawan petinju kelas menengah Ishmael Davis pada September 2025 dan menang dengan keputusan terbelah (split decision) yang memperkuat rekornya menjadi 18 kemenangan tanpa kekalahan.
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·