Graham Arnold Kritik Ketidakadilan AFC Terhadap Timnas Indonesia

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, melontarkan kritik keras terhadap Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait penyelenggaraan babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Selasa (5/5/2026). Arnold menilai Timnas Indonesia menjadi pihak yang paling dirugikan akibat perubahan mendadak lokasi pertandingan dan jadwal yang sangat padat bagi skuad Garuda.

Melansir laporan Skor.id, ketidakadilan tersebut bermula saat AFC menunjuk Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah Grup B, meskipun sebelumnya dijanjikan akan digelar di tempat netral. Penunjukan ini dianggap tidak mempertimbangkan peringkat FIFA, di mana Irak yang berada di posisi lebih tinggi dari Arab Saudi justru tidak mendapatkan hak sebagai tuan rumah.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Okezone, Timnas Indonesia terpaksa melakoni laga perdana melawan Arab Saudi pada Rabu, 8 Oktober 2025, hanya berselang satu hari setelah mendarat. Skuad asuhan Shin Tae-yong kemudian harus menghadapi Irak pada Sabtu, 11 Oktober 2025, sementara tuan rumah Arab Saudi memiliki waktu istirahat yang jauh lebih panjang.

"Jujur, saya merasa playoff (babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia) itu tidak adil. Terutama dengan apa yang terjadi dengan Timnas Indonesia," ucap Graham Arnold, Pelatih Timnas Irak.

Arnold menambahkan bahwa ketidakkonsistenan AFC terlihat jelas saat pengundian dilakukan karena aturan mengenai lokasi netral tiba-tiba berubah. Hal ini ia sampaikan melalui kanal YouTube The Howie Games sebagaimana dikutip oleh Babel Insight.

"Pada awal kualifikasi, kami diberitahu bahwa playoff akan diadakan di tempat netral. Namun, ketika undian dilakukan, semuanya berubah," imbuhnya.

Pelatih asal Australia tersebut merasa heran dengan kriteria pemilihan tuan rumah yang akhirnya jatuh kepada Arab Saudi. Padahal secara teknis, posisi peringkat Irak berada di atas Arab Saudi saat pengumuman dilakukan pada Juni 2025.

"Tim-tim yang berperingkat lebih tinggi menjadi tuan rumah. Saya pikir kami akan menjadi tuan rumah karena Qatar berada di peringkat ke-53, Irak ke-57 dan Arab Saudi ke-58. Tetapi, entah bagaimana, Arab Saudi yang menjadi tuan rumah," jelas Arnold.

Kondisi fisik pemain Indonesia menjadi perhatian khusus Arnold karena jadwal kedatangan yang sangat mepet dengan hari pertandingan. Ia mencatat bahwa beberapa pemain kunci Indonesia bahkan baru bergabung pada hari Selasa untuk bertanding di hari berikutnya.

"Indonesia tiba pada hari Senin dan beberapa pemain mereka baru bergabung pada Selasa. Kemudian mereka langsung bermain melawan Arab Saudi pada hari Rabu. Kami bermain melawan Indonesia pada hari Sabtu dan menang," lanjutnya.

Selain masalah durasi perjalanan, Arnold menekankan adanya kesenjangan masa pemulihan fisik antara tim tamu dan tuan rumah. Arab Saudi tercatat baru memainkan laga keduanya melawan Irak pada Selasa, 14 Oktober 2025.

"Sementara itu, Arab Saudi selaku tuan rumah mendapat istirahat enam sampai tujuh hari. Kemudian kami menghadapi Arab Saudi hanya dua atau tiga hari setelah pertandingan pertama kami," tutup Arnold.

Arnold juga menjelaskan tantangan emosional menangani Irak yang sudah 40 tahun absen dari Piala Dunia. Faktor sejarah ini menjadi alasan utama dirinya bersedia mengambil jabatan pelatih sejak Mei 2025 untuk menggantikan Jesus Casas.

"Irak belum pernah lolos ke Piala Dunia dalam kurun waktu 40 tahun terakhir, tantangan besar ini membuat Graham Arnold tertarik menangani mereka," ujar Graham Arnold dalam wawancara dengan Mark Howard.

Meskipun mengkritik proses kualifikasi, Arnold berhasil membawa Irak finis di posisi kedua Grup B dengan empat poin. Irak akhirnya mengunci tiket putaran final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Bolivia 2-1 di babak playoff antar-konfederasi.

"Mereka (Arab Saudi) lolos. Kami punya selisih gol yang sama, poin yang sama. Mereka mengubah aturannya, kriteria berikutnya adalah tim yang mencetak gol terbanyak," ujar Graham Arnold.

Penentuan peringkat akhir Grup B diputuskan lewat produktivitas gol setelah poin dan selisih gol kedua tim identik. Arab Saudi lolos otomatis karena mencetak tiga gol, sementara Irak hanya membukukan satu gol selama fase tersebut.

"Mereka mencetak tiga gol, kami satu gol. Selisih gol sama, poin sama, dan Saudi lolos karena mencetak lebih banyak gol dari kami," ujarnya menambahkan.

Graham Arnold juga mengakui bahwa motivasi pribadinya dalam melatih Irak adalah untuk memecahkan kebuntuan prestasi negara tersebut. Ia mengaku lebih menyukai tantangan besar dibandingkan melatih tim yang sudah mapan.

"Saya mungkin tidak akan pernah menerima pekerjaan ini kalau mereka sudah lolos dalam 10 tahun terakhir," ujar Graham Arnold.

Arnold menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa ambisinya untuk membawa perubahan di sepak bola Irak menjadi penggerak utama. Kepastian Irak berlaga di Piala Dunia 2026 menjadi pembuktian dari tantangan yang ia ambil setahun sebelumnya.

"Fakta bahwa mereka belum lolos selama 40 tahun menunjukkan kepada saya betapa besarnya tantangan yang akan saya hadapi, dan saya suka tantangan besar," ujarnya menambahkan.

Di sisi lain, Indonesia mengakhiri babak keempat dengan dua kekalahan tipis masing-masing 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak. Hasil ini membuat langkah skuad Garuda terhenti di fase grup kualifikasi zona Asia tersebut.