Graham Arnold Ungkap Ketidakadilan AFC Rugikan Timnas Indonesia

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pelatih timnas Irak, Graham Arnold, mengecam kebijakan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang dinilai sangat merugikan Timnas Indonesia dalam babak playoff putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pernyataan ini muncul setelah skuad Garuda dipastikan tersingkir akibat perubahan aturan tuan rumah dan jadwal yang tidak ideal.

Arnold menyoroti ketidakkonsistenan AFC mengenai lokasi pertandingan yang awalnya direncanakan di tempat netral, namun berubah menjadi penunjukan tuan rumah berdasarkan peringkat FIFA. Dilansir dari Republika, ketidakadilan ini semakin kentara ketika Arab Saudi justru ditunjuk sebagai penyelenggara grup meskipun peringkatnya di bawah Irak.

"I feel very sorry for Indonesia in our group because that playoff was really unfair," kata Arnold, Pelatih Timnas Irak, dalam siniar The Howie Games yang tayang pada akhir pekan lalu.

Penunjukkan Arab Saudi sebagai tuan rumah menjadi tanda tanya besar bagi Arnold mengingat Irak memiliki peringkat 57 FIFA, sementara Arab Saudi berada di posisi 58. Perubahan status dari rencana awal tempat netral ke penunjukan mendadak ini disebutnya sebagai sisi gelap dari kebijakan federasi benua tersebut.

"But somehow Saudi Arabia got to host that group," ujar Arnold, Pelatih Timnas Irak.

Kondisi fisik pemain Indonesia juga menjadi poin krusial dalam kritik Arnold terkait mepetnya jadwal pertandingan. Tim asuhan Shin Tae-yong tiba di Jeddah pada Senin, 6 Oktober 2025, dengan skuad tidak lengkap, namun sudah harus bertanding dua hari kemudian melawan tuan rumah yang memiliki waktu istirahat jauh lebih panjang.

"We (Iraq) then played Indonesia on Saturday (11/10/2025) night and beat them. After that we played Saudi Arabia three days later. Saudi had six days rest," ungkap Arnold, Pelatih Timnas Irak.

Secara matematis, Arab Saudi akhirnya berhak melaju ke putaran final Piala Dunia 2026 karena unggul produktivitas gol setelah menahan imbang Irak tanpa skor. Sementara itu, Irak harus menempuh jalur playoff antarkonfederasi dan berhasil mengamankan tiket usai menundukkan Bolivia dengan skor 2-1 di Meksiko pada 1 April lalu.