Gregoria Mariska Tunjung Mundur dari Pelatnas PBSI Akibat Vertigo

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kabar mengejutkan datang dari dunia bulu tangkis tanah air setelah Gregoria Mariska Tunjung memutuskan untuk mundur dari Pelatnas. Pihak PBSI telah menerima dan menghormati keputusan yang diambil oleh peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 tersebut.

Dilansir dari Detik Sport, atlet tunggal putri andalan Indonesia ini mengajukan pengunduran diri secara resmi. Keputusan besar ini diambil Gregoria setelah melakukan komunikasi intensif dengan Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian, serta kepala pelatih tunggal putri utama Pelatnas, Imam Tohari.

Melalui surat resminya, Gregoria mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran pengurus dan pelatih di PP PBSI. Ia mengapresiasi segala kesempatan, pengalaman berharga, serta kepercayaan yang telah diberikan kepadanya selama 12 tahun berkarier di Pelatnas.

PP PBSI memberikan penegasan bahwa mereka sangat memahami langkah yang diambil oleh sang atlet. Alasan utama di balik pengunduran diri Gregoria Mariska Tunjung adalah kondisi kesehatannya yang masih dalam tahap pemulihan dari gangguan vertigo.

Hingga saat ini, Gregoria merasa kondisi fisiknya belum kembali bugar secara total. Ketidaksiapan fisik ini berdampak pada menurunnya kepercayaan diri untuk kembali bersaing di level kompetisi internasional dalam waktu dekat.

"Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan yang diambil dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya," ujar Eng Hian.

Apresiasi Atas Dedikasi Selama Dua Dekade

Selama berseragam Merah Putih di Pelatnas, Gregoria telah mencatatkan berbagai prestasi gemilang bagi dunia tepok bulu Indonesia. Semangat juang dan sikap profesionalismenya dinilai telah menjadi inspirasi bagi banyak atlet muda tanah air.

PP PBSI juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas segala pengabdian serta perjuangan Gregoria di berbagai ajang dunia. Federasi berharap agar atlet kelahiran Wonogiri tersebut dapat segera mencapai pemulihan kesehatan secara menyeluruh.

Selain dukungan moril, PBSI mendoakan agar Gregoria tetap bisa meraih kesuksesan di masa depan meski tidak lagi berstatus sebagai penghuni Pelatnas. Kontribusinya selama 12 tahun tetap menjadi catatan sejarah penting bagi bulu tangkis Indonesia.