Gubernur BI Ungkap Tiga Kunci Ketahanan Ekonomi di Pertemuan IMF

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memaparkan tiga faktor krusial yang menopang ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak ketidakpastian global saat menghadiri rangkaian IMF–World Bank Spring Meetings 2026 di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada Rabu (15/4/2026).

Ketangguhan ekonomi Indonesia tersebut didasarkan pada kredibilitas kebijakan, kemampuan adaptasi terhadap dinamika global yang berubah cepat, serta penguatan kemitraan internasional. Implementasi strategi ini mencakup sinkronisasi kebijakan moneter dan fiskal guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional secara konsisten.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, perwakilan Bank Indonesia, Anton, memberikan keterangan tertulis pada Jumat (17/4/2026) mengenai poin-poin utama yang dibawa dalam pertemuan dengan para investor global dan US-ASEAN Business Council tersebut.

“Ketiga hal tersebut menjadi pesan utama yang disampaikan dalam sejumlah pertemuan lanjutan dengan investor global, US-ASEAN Business Council dan IMF–World Bank Spring Meetings 2026,” kata Anton, perwakilan Bank Indonesia.

Penjelasan tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki kinerja ekonomi berdaya tahan meski menghadapi berbagai krisis global. Selain itu, agenda ini bertujuan meningkatkan kepercayaan pelaku usaha asal Amerika Serikat yang beroperasi di wilayah Asia Tenggara.

Pada hari yang sama dengan agenda utama tersebut, Perry Warjiyo mengadakan pertemuan khusus dengan First Deputy Managing Director IMF, Dan Katz. Diskusi kedua tokoh tersebut berfokus pada perkembangan geopolitik serta tingginya tingkat ketidakpastian global saat ini.

Anton menegaskan bahwa diskusi tersebut turut menyoroti risiko yang muncul dari fluktuasi harga minyak dan gangguan rantai pasok dunia. Kalibrasi kebijakan ke depan diarahkan untuk mengantisipasi berbagai risiko yang belum teridentifikasi sepenuhnya demi menjaga pertumbuhan.

“Selaras dengan tiga faktor kunci tersebut, BI terus memperkuat sinergi kebijakan internasional dan komunikasi dengan investor global guna menjaga stabilitas eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global,” jelas Anton, perwakilan Bank Indonesia.