Gubernur Kalsel ingatkan jamaah calon haji tak konsumsi air es

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Banjarbaru (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin mengingatkan jamaah calon haji agar tidak mengonsumsi air es atau air dingin selama berada di Tanah Suci demi menghindari gangguan kesehatan.

"Biasanya saat panas terik tergoda minum es, jangan sampai dikonsumsi karena rentan sakit tenggorokan hingga menyebabkan batuk dan pilek serta gangguan pencernaan," kata dia berpesan kepada jamaah calon haji saat melepas keberangkatan kloter pertama Embarkasi Banjarmasin, Kamis malam.

Muhidin meminta jamaah calon haji agar mengonsumsi air putih tanpa es serta menghindari minuman manis dan sejenisnya.

Dia menyatakan kondisi kesehatan menjadi faktor penting bagi jamaah untuk bisa melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji.

Baca juga: Kloter pertama Embarkasi Banjarmasin diberangkatkan

"Jika kita sakit atau kurang fit maka ibadah pasti terganggu, sehingga tidak optimal," ujarnya.

Gubernur juga berpesan kepada tim dokter pendamping agar terus mengawasi kondisi kesehatan jamaah termasuk mengontrol aktivitasnya.

"Apabila ditemukan jamaah melakukan hal kurang baik khususnya bagi kesehatan maka harus ditegur, itulah fungsinya dokter pendamping mengedukasi jamaah jangan hanya berdiam diri," tegasnya.

Sebanyak 359 calon haji diberangkatkan untuk kloter pertama Embarkasi Banjarmasin menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-8101 terdiri dari 148 laki-laki dan 211 perempuan pada Jumat (24/4) dini hari.

Baca juga: Kemenhaj pantau keberangkatan kloter pertama Embarkasi Banjarmasin

Tahun ini total ada 19 kloter Embarkasi Banjarmasin dengan 6.758 calon haji yang akan diberangkatkan, terdiri dari 14 kloter dengan 5.197 calon haji berasal dari Kalimantan Selatan dan lima kloter dengan 1.561 calon haji berasal dari Kalimantan Tengah.

Jamaah calon haji kloter pertama Embarkasi Banjarmasin yang siap diberangkatkan. ANTARA/Firman

Pewarta: Firman
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.