PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng)H. Agustiar Sabran menegaskan pentingnya menjaga semangat Isen Mulang untuk membawa Kalteng menjadi daerah yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing.
Itu disampaikan saat menjadi inspektur Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalteng di halaman Kantor Gubernur, Sabtu (23/5).
Mengusung tema “Betang Huma Itah”, peringatan hari jadi tahun ini disebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi perjalanan panjang pembangunan daerah yang penuh tantangan dan perjuangan.
Dalam amanatnya, Agustiar menyampaikan penghormatan kepada para pendiri daerah, tokoh adat, pemimpin terdahulu, dan seluruh pejuang yang telah memberikan pengabdian besar bagi pembangunan Kalteng.
Menurutnya, kemajuan daerah saat ini tidak terlepas dari fondasi yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya di tengah berbagai keterbatasan.
“Daerah ini dibangun bukan dengan kemudahan, tetapi dengan semangat Isen Mulang untuk bertahan dan bangkit menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur, kondisi geografis, hingga perubahan zaman,” ujarnya.
Ia mengatakan, estafet pembangunan kini berada di tangan generasi saat ini. Karena itu, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan pembangunan tetap berjalan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Agustiar menilai tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah saat ini harus disikapi dengan langkah efisiensi yang tepat. Namun, ia menegaskan efisiensi bukan berarti mengurangi komitmen pembangunan.
“Efisiensi adalah memastikan setiap anggaran digunakan secara tepat sasaran, fokus pada program prioritas, dan berdampak langsung bagi rakyat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar pembangunan berjalan lebih cepat dan kuat. Dukungan terhadap program nasional, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya mempercepat kemajuan daerah.
Selain itu, orang nomor satu di Kalteng ini menyoroti pentingnya memperkuat kemandirian daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut dia, daerah yang kuat adalah daerah yang mampu berdiri di atas kemampuan sendiri.
Dalam kesempatan tersebut, Agustiar turut memberikan pesan khusus kepada generasi muda Kalteng. Ia meminta kaum muda memiliki keberanian untuk bersaing, terus belajar, dan tidak takut berinovasi.
“Masa depan daerah ini tidak hanya ditentukan kebijakan pemerintah, tetapi juga keberanian generasi mudanya untuk berpikir besar, bekerja keras, dan terus berkembang,” ucapnya.
Ia mengingatkan pemuda agar tetap menjaga identitas budaya di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia akan menjadi penentu utama kemajuan daerah di masa mendatang.
“Jangan pernah merasa kalah karena berasal dari daerah. Kuasai teknologi, bangun kompetensi, dan perkuat integritas, tetapi jangan melupakan akar budaya sebagai anak Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Peringatan HUT ke-69 Provinsi Kalteng diikuti unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, tokoh adat, pelajar, mahasiswa, hingga berbagai elemen masyarakat. Suasana upacara berlangsung penuh semangat kebersamaan yang mencerminkan nilai “Betang Huma Itah” sebagai simbol persatuan masyarakat Bumi Tambun Bungai. (ovi/ans/kpg)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng)H. Agustiar Sabran menegaskan pentingnya menjaga semangat Isen Mulang untuk membawa Kalteng menjadi daerah yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing.
Itu disampaikan saat menjadi inspektur Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalteng di halaman Kantor Gubernur, Sabtu (23/5).
Mengusung tema “Betang Huma Itah”, peringatan hari jadi tahun ini disebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi perjalanan panjang pembangunan daerah yang penuh tantangan dan perjuangan.

Dalam amanatnya, Agustiar menyampaikan penghormatan kepada para pendiri daerah, tokoh adat, pemimpin terdahulu, dan seluruh pejuang yang telah memberikan pengabdian besar bagi pembangunan Kalteng.
Menurutnya, kemajuan daerah saat ini tidak terlepas dari fondasi yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya di tengah berbagai keterbatasan.
“Daerah ini dibangun bukan dengan kemudahan, tetapi dengan semangat Isen Mulang untuk bertahan dan bangkit menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur, kondisi geografis, hingga perubahan zaman,” ujarnya.
Ia mengatakan, estafet pembangunan kini berada di tangan generasi saat ini. Karena itu, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan pembangunan tetap berjalan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Agustiar menilai tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah saat ini harus disikapi dengan langkah efisiensi yang tepat. Namun, ia menegaskan efisiensi bukan berarti mengurangi komitmen pembangunan.
“Efisiensi adalah memastikan setiap anggaran digunakan secara tepat sasaran, fokus pada program prioritas, dan berdampak langsung bagi rakyat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar pembangunan berjalan lebih cepat dan kuat. Dukungan terhadap program nasional, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya mempercepat kemajuan daerah.
Selain itu, orang nomor satu di Kalteng ini menyoroti pentingnya memperkuat kemandirian daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut dia, daerah yang kuat adalah daerah yang mampu berdiri di atas kemampuan sendiri.
Dalam kesempatan tersebut, Agustiar turut memberikan pesan khusus kepada generasi muda Kalteng. Ia meminta kaum muda memiliki keberanian untuk bersaing, terus belajar, dan tidak takut berinovasi.
“Masa depan daerah ini tidak hanya ditentukan kebijakan pemerintah, tetapi juga keberanian generasi mudanya untuk berpikir besar, bekerja keras, dan terus berkembang,” ucapnya.
Ia mengingatkan pemuda agar tetap menjaga identitas budaya di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia akan menjadi penentu utama kemajuan daerah di masa mendatang.
“Jangan pernah merasa kalah karena berasal dari daerah. Kuasai teknologi, bangun kompetensi, dan perkuat integritas, tetapi jangan melupakan akar budaya sebagai anak Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Peringatan HUT ke-69 Provinsi Kalteng diikuti unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, tokoh adat, pelajar, mahasiswa, hingga berbagai elemen masyarakat. Suasana upacara berlangsung penuh semangat kebersamaan yang mencerminkan nilai “Betang Huma Itah” sebagai simbol persatuan masyarakat Bumi Tambun Bungai. (ovi/ans/kpg)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·