Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali meningkat setelah tercatat mengalami erupsi sebanyak tiga kali pada Selasa (21/4/2026) pagi. Rangkaian letusan pada gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut terjadi dalam durasi dua jam, terhitung sejak pukul 05.30 WIB hingga 07.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom melalui laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, status gunung api ini masih berada pada Level III atau Siaga. Petugas pengamat melaporkan adanya kolom abu vulkanik yang cukup tinggi muncul dari kawah utama.
Yadi Yuliandi selaku Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru memberikan rincian teknis mengenai ketinggian material yang terlontar ke udara. Pengamatan visual menunjukkan kolom abu mencapai ketinggian sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.
"Status masih siaga. Gunung Semeru mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu teramati ±1.000 meter di atas puncak," ujar Yadi Yuliandi dalam laporan tertulis yang diterima.
Laporan tersebut juga merinci bahwa kolom abu yang teramati memiliki intensitas tebal dan berwarna kelabu. Tiupan angin membawa material vulkanik tersebut bergerak ke arah barat, sementara instrumen seismograf merekam amplitudo maksimum sebesar 22 mm dengan durasi gempa letusan mencapai 182 detik.
Pihak berwenang segera mengeluarkan instruksi keselamatan bagi penduduk lokal dan wisatawan guna menghindari potensi bahaya dampak erupsi. Otoritas melarang segala bentuk aktivitas di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan.
Larangan aktivitas tersebut berlaku hingga jarak 13 kilometer dari puncak gunung. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi perluasan dampak material letusan dan aliran awan panas yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari kawah Jonggring Saloko.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·