Gus Ipul Pastikan Pembangunan Sekolah Rakyat Surabaya Capai 56 Persen

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Menteri Sosial Saifullah Yusuf memantau langsung proyek pembangunan Sekolah Rakyat permanen di wilayah Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya, pada Minggu, 3 Mei 2026. Peninjauan ini bertujuan memastikan progres pengerjaan fisik tetap berada pada jalurnya agar bisa beroperasi saat tahun ajaran baru dimulai.

Pembangunan sarana pendidikan yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum tersebut saat ini tersebar di puluhan titik di seluruh Indonesia. Mensos yang akrab disapa Gus Ipul ini menyatakan bahwa mayoritas proyek diprediksi akan selesai sesuai jadwal yang ditetapkan.

"Alhamdulillah. Di 97 titik sekarang ini sedang dikerjakan pembangunan gedung Sekolah Rakyat oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Dari 97 itu, 67 insya Allah selesai tepat waktu," kata Gus Ipul, dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).

Faktor administrasi yang belum tuntas serta kondisi geografis yang menantang menjadi penyebab beberapa titik lainnya masih dalam proses penyelesaian. Kendati demikian, Gus Ipul menjelaskan bahwa bangunan tersebut akan tetap difungsikan secara bertahap sambil terus diselesaikan hingga tuntas.

Proyek di Surabaya ini berdiri di lahan seluas 66.143 meter persegi dan tercatat telah mencapai kemajuan fisik sebesar 56 persen. Dengan sisa waktu 47 hari kerja dan dukungan 789 tenaga kerja, fasilitas ini ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026.

"Di Jatim ada 18. Khusus Jatim terbesar ini," tuturnya.

Jawa Timur saat ini memiliki 26 Sekolah Rakyat rintisan dan sedang menambah 18 lokasi permanen baru. Lima wilayah yang menjadi fokus percepatan pembangunan meliputi Surabaya, Jombang, Sampang, Tuban, dan Gresik sebagaimana dilaporkan oleh Detikcom.

Fasilitas pendidikan ini dirancang sebagai kawasan terpadu yang menyediakan jenjang SD hingga SMA dengan kapasitas mencapai 1.000 siswa. Infrastruktur pendukung meliputi asrama siswa dan guru, laboratorium, hingga ruang terbuka hijau.

"Gedung ini nanti bisa menampung seribu siswa. SD, SMP, dan SMA. Dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan, kemudian asrama, laboratorium, UKS, dan juga fasilitas ekstrakurikuler lainnya," jelasnya.

Sistem penerimaan siswa pada lembaga ini tidak menggunakan metode pendaftaran konvensional. Gus Ipul menekankan bahwa pihaknya menggunakan data DTSEN untuk menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu di kategori Desil 1 dan 2 secara langsung.

"Sekolah rakyat tidak membuka pendaftaran, kita menjangkau. Penjangkauan anak-anak yang diprioritaskan yang tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah, maupun yang berpotensi putus sekolah," tegasnya.

Terkait manajemen logistik dan perlengkapan siswa seperti sepatu, Kementerian Sosial berkomitmen menjaga integritas proses pengadaan. Mensos menegaskan tidak akan menoleransi adanya praktik titipan atau manipulasi dalam bentuk apa pun.

"Tidak boleh ada lobby, tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada rekayasa, tidak boleh ada hal-hal yang menyimpang dalam proses pengadaan," tegasnya.

Sebagai simbol komitmen terhadap pendidikan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, Gus Ipul memberikan pesan emosional pada plakat testimoni di lokasi. Pesan tersebut menekankan bahwa sekolah ini adalah simbol harapan untuk kesetaraan tumbuh kembang generasi muda.

"Sekolah ini tidak hanya dibangun dari batu dan semen tetapi dengan harapan anak-anak dari keluarga yang tidak mampu untuk tumbuh setara."