Khofifah tegaskan "Jatim Cerdas" jadi barometer pendidikan nasional

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan program “Jatim Cerdas” menjadi penguat posisi provinsi tersebut sebagai barometer pendidikan nasional saat Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin.

“Mari kita perkuat kolaborasi untuk mengembalikan esensi pendidikan, kita butuh pendidikan yang tidak sekedar mengejar prestasi, tapi juga merawat kemanusiaan, yang tidak hanya mengasah kecerdasan, tapi juga membentuk karakter dan integritas,” kata Khofifah.

Menurut dia, pendidikan harus menjadi ruang yang aman secara psikologis sekaligus mampu membangun sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Beasiswa SMA/SMK swasta wujudkan Jatim cerdas dan tekan putus sekolah

Tema Nasional Hardiknas 2026 Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, lanjut dia, selaras dengan tema daerah Jatim Cerdas – Pendidikan Berdampak, Mewujudkan SDM Unggul dan Berdaya Saing.

Khofifah mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperluas akses pendidikan, termasuk menjangkau anak-anak yang berisiko putus sekolah agar kembali memperoleh hak pendidikan secara utuh.

“Kita aktif menjangkau anak-anak yang berisiko putus sekolah di manapun mereka berada, memastikan mereka kembali mendapatkan hak pendidikan secara utuh,” ujarnya.

Selain memperluas akses, Pemprov Jatim juga memperkuat kualitas lingkungan belajar melalui penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang aman, sehat, bersih, dan nyaman.

“Sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang inspiratif, bukan sekadar tempat hadir,” tuturnya.

Baca juga: Khofifah dorong penguatan konsolidasi Jatim Cerdas

Khofifah menambahkan penguatan layanan Bimbingan dan Konseling juga menjadi prioritas guna mendukung kesehatan psikologis siswa serta membangun karakter dan ketahanan mental peserta didik.

Di sisi lain, Pemprov Jatim juga melakukan penataan penggunaan gawai saat pembelajaran untuk memperkuat interaksi sosial dan kolaborasi antarsiswa di sekolah.

“Saya rasa kita semua akan memberikan apresiasi yang luar biasa, saya melihat di Ploso Klaten Kediri, anak-anak SMK bisa melakukan mekanisme peternakan yang cukup modern, ada ayam petelur yang telurnya sudah menjadi bagian dari telur omega,” katanya.

Berbagai inovasi pendidikan juga terus dikembangkan melalui program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (Sikap), East Java Innovative Education Summit (EJIES), double track sekolah menengah atas (SMA), pengembangan kendaraan listrik sekolah menengah kejuruan (SMK), hingga Program Terapan Ekonomi Guru (Proteg).

Khofifah menyebut capaian pendidikan Jawa Timur juga konsisten berada di tingkat nasional, di antaranya menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) tanpa tes selama tujuh tahun berturut-turut.

Baca juga: Gubernur Jatim ingin kabupaten/kota bertransformasi jadi kota cerdas

Baca juga: Bank Indonesia Kediri libatkan PPK Kota Madiun kenalkan Cinta Rupiah

“Yang tak kalah membanggakan, karya siswa SMK Jawa Timur di bidang fesyen berhasil tampil di ajang internasional di Hong Kong, menunjukkan daya saing global pendidikan vokasi kita,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga mengajak seluruh ekosistem pendidikan mulai pemerintah, sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan berdampak.

“Semoga setiap ikhtiar yang kita lakukan menjadi amal jariah, menjadi jalan kemajuan bagi anak-anak kita, dan menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, dan bermartabat,” katanya.

Pewarta: Willi Irawan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.