INFO TEMPO – Utusan Khusus Presiden (UKP) RI Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Dusun Pereng, Sendangsari, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bantuan alat pertanian itu berupa hand tractor dan pompa air untuk mendukung produktivitas petani, utamanya dalam menghadapi musim kemarau.
“Saya memenuhi kebutuhan yang diajukan oleh kelompok tani di Sendang Sari. Mereka membutuhkan alat-alat pertanian seperti hand tractor dan pompa air untuk menghadapi musim kemarau, agar petani bisa tetap produktivitas dan berproduksi pangan,” kata Mardiono, usai menyerahkan bantuan, Sabtu, 25 April 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dukungan terhadap sektor pertanian merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, penyerahan alsintan ini merupakan bagian dari upaya bersama pemerintah menjaga ketahanan pangan. “Kalau petani kita kuat, produksi pangan kita juga akan terjaga,” kata dia.
Presiden Prabowo Subianto, lanjut dia, memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan kesejahteraan petani. “Bapak Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan petani dan membantu di berbagai bidang, sehingga petani bisa bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan,” ujar dia.
Oleh karena itu, Mardiono pun kerap memberikan motivasi kepada para petani agar tetap semangat dalam mengelola lahan. “Saya sampaikan kepada para petani agar terus semangat.”
Kulon Progo menurut Mardiono memiliki posisi strategis sebagai salah satu lumbung pangan, khususnya di wilayah DIY dan secara nasional. “Di Kulonprogo ini kita lihat potensinya besar. Ini bagian dari lumbung ketahanan pangan, baik untuk DIY maupun nasional, sehingga harus kita jaga bersama.” Dia pun menilai kebijakan bupati sudah tepat untuk tidak mengkonversi lahan pertanian ke lahan lainnya.
Utusan Khusus Presiden RI Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono. Dok. TEMPO
“Sudah ada langkah untuk memproteksi lahan pertanian agar tidak dikonversi dari bapak bupati, DPRD juga sudah menyusun tata ruang untuk menjaga agar lahan pertanian tidak terus berkurang. Ini langkah yang sangat baik,” kata dia. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan produktivitas pertanian di Kulon Progo semakin meningkat serta mampu memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah maupun nasional.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan mengatakan, penyaluran peralatan pertanian yang dibawa UKP Bidang Ketahanan Pangan di Kelurahan Sendang Sari untuk mendukung program kedaulatan dan ketahanan pangan nasional. "Kita patut berbangga, program Presiden Prabowo Subianto sangat baik. Dalam satu tahun, Indonesia dapat surplus 5,4 juta ton beras dalam satu tahun. Yang tadinya kita impor beras dari Vietnam, sekarang tidak," kata dia.
Di Kelurahan Sendang Sari, kata Agung, airnya sangat berlimpah, sehingga bisa dimaksimalkan. Sementara pompa air yang diberikan sebaiknya jangan digunakan untuk air dalam, tapi untuk air limpasan (mengalir) terlebih dahulu.
"Kalau hanya air bor, kekeringan mudah terjadi dan tanah bisa amblas. Karakter dari wilayah Wates ke utara itu kars (batuan kapur) yakni sebagai penahan air. Kalau kars hilang, akan kekeringan," ujar dia.
Agung berpesan, hand tractor dan pompa air yang sudah diberikan kepada Gapoktan dapat dimaksimalkan dengan baik. "Saya berharap bisa dimaksimalkan dan bermanfaat, serta bisa minta bantuan lagi. Tujuannya untuk kebaikan bersama," kata dia.
Gapoktan di Kulon Progo mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian berupa hand tractor dan pompa air. Bantuan itu diserahkan langsung oleh Utusan Khusus Presiden RI Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, Sabtu, 25 April 2026. Dok. TEMPO
Lurah Sendangsari, Suhardi berterima kasih kepada pemerintah terkait penyerahan alat-alat pertanian tersebut. Menurut dia, hal tersebut merupakan solusi bagi para petani di wilayah tersebut. "Ini suatu solusi dan para petani di sini merasa diperhatikan. Di Sendangsari, punya masalah di antaranya membengkaknya biaya operasional," ujar dia.
Suhardi berharap, alat-alat tersebut untuk meningkatkan swasembada pangan dan efisiensi waktu. "Ini bisa mengurangi anggaran biaya operasional. Semoga langsung dipakai dan dimanfaatkan," kata dia.
Perwakilan Gapoktan Budi Mulyo Kecamatan Pengasih, Yudianto mengatakan, dirinya bersyukur terkait pemberian tersebut karena sangat bermanfaat bagi kelompoknya. "Penanaman di wilayah kami terus terang agak lama dan terlambat. Kami punya traktor hanya satu dan itu pun umurnya sudah usang atau tua karena usianya lebih dari 15 tahun.”
Dia berharap, bantuan tersebut bukan sekali ini saja dan bukan hand tractor saja. Akan tetapi, pemerintah juga bisa memberikan traktor yang lebih kecil. "Dikarenakan tanah di tempat saya jenis dan istilahnya itu surjan, atasnya palawija dan bawahnya padi. Jadi memerlukan traktor kecil untuk rotari itu," kata dia.
Adapun dalam kegiatan ini hadir juga Kepala Dinas Pertanian Kulonprogo Trenggono Trimulyo, jajaran DPRD Kulonprogo, kelompok tani, serta masyarakat Dusun Pereng Kelurahan Sendang Sari.(*)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·