Harga BBM Naik Imbas Perang, Permintaan Mobil Listrik Murah di Eropa Melonjak

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi mobil listrik. Foto: Aliaksei Kaponia/Shutterstock

Permintaan terhadap kendaraan listrik atau energy vehicle (EV) dengan harga murah melonjak di Eropa seiring keluarga berpenghasilan rendah mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Hal ini disebabkan oleh harga bahan bakar yang naik imbas perang di Timur Tengah.

Dikutip dari Bloomberg, Sabtu (9/5), permintaan informasi mengenai mobil listrik dengan harga di bawah 30.000 euro atau sekitar USD 35.000 di platform jual beli mobil terbesar di Jerman, Mobile.de, meningkat 87 persen sejak awal Maret. Kenaikan tersebut dipimpin oleh permintaan model seperti Renault Zoe. Angkanya bahkan melampaui kenaikan permintaan seluruh EV tanpa memandang harga yang naik 77 persen.

Sementara data Auto Trader UK menunjukkan, minat terhadap EV berusia lima hingga tujuh tahun di Inggris melonjak tiga kali lipat pada April dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jauh melampaui kenaikan minat terhadap mobil listrik baru yang lebih mahal.

Perang di Timur Tengah disebut kembali meningkatkan minat konsumen terhadap EV, salah satunya akibat naiknya biaya bahan bakar kendaraan berbahan bakar fosil. Permintaan juga terdorong oleh insentif pemerintah di Jerman, pasar EV terbesar di Eropa, di mana pembeli bisa memperoleh potongan harga hingga 6.000 euro untuk pembelian mobil listrik baru.

Chief Executive Officer Mobile.de, Ajay Bhatia, mengatakan perang di Iran membuat konsumen semakin fokus pada faktor keterjangkauan di tengah inflasi tinggi dan ketidakpastian global. Menurutnya, masyarakat kini cenderung memilih EV dengan harga lebih murah dibanding model premium. Sebaliknya, minat terhadap mobil berbahan bakar bensin hanya naik tipis, sementara permintaan untuk kendaraan diesel justru menurun.

Ilustrasi - mobil listrik china di Eropa. Foto: Vivid Brands/Shutterstock

Saat ini, Eropa juga tengah dibanjiri gelombang EV murah baru dari produsen lokal yang berupaya mengejar ketertinggalan dari produsen China. Merek-merek asal China semakin memperluas pasar di kawasan tersebut lewat model EV murah dengan teknologi terkini. Salah satu contohnya adalah Leapmotor T03, yang di Jerman dapat disewa mulai dari 49 euro per bulan, lebih murah dibanding rata-rata tagihan ponsel.

Menurut data Cox Automotive, di Inggris, pasar EV terbesar kedua di Eropa, nilai jual kembali mobil listrik berbasis baterai juga tercatat lebih stabil dalam beberapa bulan terakhir dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi itu dinilai menjadi sinyal meningkatnya minat pembeli.

Data ini menunjukkan EV berusia kurang dari satu tahun mampu mempertahankan nilainya lebih baik dibanding kendaraan berbahan bakar bensin maupun diesel. Nilai EV hanya turun 8 persen antara Februari hingga April, sementara mobil bensin dan diesel anjlok lebih dari 20 persen dalam periode yang sama. Untuk EV berusia satu hingga dua tahun, nilainya bahkan tidak mengalami penurunan, sedangkan kendaraan bensin dan diesel tetap melemah.

Kendati demikian, para pelaku industri dan analis mengingatkan masih terlalu dini untuk memastikan apakah lonjakan permintaan tersebut akan benar-benar berujung pada kenaikan penjualan secara berkelanjutan.