Harga Bitcoin Futures Tertekan di Bawah Level 81.100 Dolar AS

Sedang Trending 31 menit yang lalu

Kontrak berjangka Bitcoin atau Bitcoin futures berada di bawah tekanan jangka pendek setelah gagal mempertahankan area nilai sebelumnya pada Jumat (15/5/2026). Pergerakan harga saat ini sedang menguji zona volume-weighted average price (VWAP) yang lebih rendah di tengah sentimen pasar yang cenderung bearish.

Laporan dari investingLive.com menunjukkan bahwa bias pasar tetap negatif selama harga Bitcoin futures bertahan di bawah kisaran 81.050 hingga 81.100 dolar AS. Skor prediksi saat ini tercatat pada angka -4 dari skala +10, yang menandakan adanya potensi pelemahan lebih lanjut jika area dukungan tidak mampu bertahan.

Data teknis mengidentifikasi level 80.650 hingga 80.700 dolar AS sebagai zona reaksi jangka pendek yang krusial untuk diperhatikan. Jika wilayah tersebut gagal menahan penurunan, harga Bitcoin berisiko meluncur menuju level psikologis 80.000 dolar AS, dengan target antara lain 80.500 dan 80.250 dolar AS.

Sebaliknya, ambang batas untuk pemulihan bullish berada di level 81.100 dolar AS, yang terletak tepat di atas area VWAP saat ini. Kenaikan di atas angka bulat 81.000 dolar AS saja dinilai belum cukup kuat tanpa kemampuan harga untuk bertahan secara konsisten di atas 81.100 dolar AS guna menunjukkan penguasaan kembali oleh pembeli.

Zona Dukungan dan Resistensi Utama BTC FuturesZonaBiasInterpretasi
Di atas 81.100Perbaikan BullishBTC merebut kembali zona VWAP saat ini
80.650 - 81.100Zona KeputusanHarga di antara dukungan pita VWAP bawah dan resistensi VWAP
Di bawah 80.650BearishDukungan pita VWAP bawah mulai gagal
Di bawah 80.500Bearish Lebih KuatMembuka jalur penurunan yang lebih dalam
80.075 - 80.000Magnet PenurunanDukungan psikologis dan area pengambilan untung
81.750 - 81.850Resistensi UtamaKlaster resistensi volume tinggi dari sesi sebelumnya
82.300 - 82.375Resistensi AtasArea nilai atas sebelumnya dan zona kegagalan tertinggi

Analisis dari economies.com juga menyoroti kondisi pasar yang sedang mencari titik rendah baru sebagai dasar untuk mendapatkan kembali momentum positif. Indikator kekuatan relatif telah mencapai level jenuh jual (oversold) yang signifikan, menunjukkan adanya potensi divergensi positif yang dapat mendukung prospek pemulihan jika level dukungan saat ini tetap kokoh.