Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) mengalami kontraksi tajam hingga menyentuh level terendah dalam satu bulan terakhir pada penutupan perdagangan Selasa (14/4/2026). Penurunan nilai komoditas ini dipicu oleh proyeksi merosotnya permintaan global setelah perayaan Idulfitri dan penguatan nilai tukar ringgit Malaysia.
Data Bursa Malaysia Derivatives Exchange menunjukkan kontrak pengiriman tiga bulan mendatang ditutup pada level MYR 4.466 per ton. Angka tersebut mencerminkan penurunan sebesar 1,95 persen dibandingkan hari sebelumnya, sekaligus menjadi posisi harga terlemah sejak 9 Maret 2026.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, pelemahan harga ini dipengaruhi oleh laporan perusahaan kargo yang memprediksi ekspor CPO Malaysia periode 1-10 April anjlok antara 30,7 hingga 38,9 persen. Penurunan signifikan ini terjadi secara bulanan dibandingkan dengan periode yang sama pada bulan sebelumnya.
Faktor mata uang turut memperberat pergerakan harga karena ringgit Malaysia terapresiasi 0,63 persen terhadap dolar Amerika Serikat pada Selasa kemarin. Penguatan ringgit ke posisi tertingginya sejak 23 Maret membuat kontrak CPO menjadi lebih mahal bagi investor yang bertransaksi menggunakan mata uang asing lainnya.
Berdasarkan analisis teknikal harian, posisi CPO saat ini berada di zona bearish dengan indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari di angka 43. Meski demikian, indikator Stochastic RSI 14 hari yang menyentuh angka 1 mengindikasikan bahwa aset tersebut telah memasuki kondisi jenuh jual atau oversold.
Pelaku pasar kini mencermati titik pivot pada level MYR 4.574 per ton untuk perdagangan Rabu (15/4/2026). Jika harga berhasil menembus resistansi di kisaran MYR 4.579-4.580 per ton, terdapat peluang penguatan menuju rentang MYR 4.639 hingga MYR 4.669 per ton.
Namun, tekanan jual lebih lanjut berisiko membawa harga turun menuju level dukungan terdekat di MYR 4.447 per ton. Apabila tren penurunan berlanjut, harga diprediksi akan menguji level pendukung berikutnya pada MYR 4.428 hingga titik terendah di MYR 4.278 per ton.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·