Harga Emas Dunia Melonjak Dampak Prospek Perdamaian Timur Tengah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Harga emas dunia mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan Rabu (6/5/2026) menyusul munculnya harapan perdamaian di kawasan Timur Tengah yang menjadi katalis utama pergerakan pasar. Logam mulia ini melambung seiring adanya indikasi deeskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Berdasarkan data pasar spot yang dilansir dari Bloombergtechnoz, harga emas ditutup pada level US$ 4.693,6 per troy ons. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 3,02 persen dibandingkan hari sebelumnya, sekaligus mencatatkan level tertinggi sejak 24 April atau dalam kurun waktu hampir dua pekan terakhir.

Tren penguatan ini menandai kenaikan harga emas selama dua hari berturut-turut dengan akumulasi kenaikan mencapai 3,77 persen secara point-to-point. Penguatan dipicu oleh kabar bahwa Iran tengah mengevaluasi proposal baru dari Amerika Serikat guna mengakhiri peperangan yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan pernyataan melalui media sosial mengenai rencana Washington untuk menghentikan operasi militer dan mencabut blokade di Selat Hormuz dalam waktu dekat.

"Dengan asumsi Iran sepakat untuk memberikan apa yang sudah disepakati, yang mana itu mungkin sebuah asumsi besar," tulis Trump.

Narasi mengenai potensi perdamaian tersebut secara langsung berdampak pada pasar energi, di mana harga minyak mentah jenis Brent merosot tajam sebesar 7,83 persen ke posisi US$ 101,27 per barel. Penurunan harga minyak ini dinilai mampu meredam risiko inflasi tinggi di tingkat global.

Kondisi inflasi yang lebih terkendali memberikan peluang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui pemotongan suku bunga acuan. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas menjadi jauh lebih menarik bagi investor saat tingkat suku bunga berada dalam tren menurun.

Meskipun sedang dalam tren bullish dengan indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari di angka 51, analisis teknikal menunjukkan adanya risiko koreksi untuk perdagangan Kamis (7/5/2026). Indikator Stochastic RSI telah menyentuh angka 83 yang menandakan kondisi jenuh beli atau overbought.

Level dukungan terdekat berada pada rentang US$ 4.650 hingga US$ 4.621 per troy ons, dengan titik pivot penting pada US$ 4.567 per troy ons. Jika tren penguatan masih berlanjut, ruang kenaikan diperkirakan terbatas pada kisaran resistensi US$ 4.702 sampai US$ 4.716 per troy ons.