Harga emas di pasar spot ditutup menguat tipis sebesar 0,06 persen ke level US$ 4.792,8 per troy ons pada Kamis (16/4/2026) dipicu oleh menguatnya harapan perdamaian di kawasan Timur Tengah. Kenaikan terbatas ini terjadi setelah nilai logam mulia tersebut sempat merosot lebih dari 1 persen pada perdagangan sehari sebelumnya.
Sentimen positif pasar muncul setelah adanya kabar mengenai kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz serta penghentian pengembangan senjata nuklir. Kondisi tersebut, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz, memberikan ruang bagi investor untuk melihat prospek stabilitas keamanan global yang lebih baik.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan optimisme tinggi terhadap progres negosiasi dengan pihak Iran di Gedung Putih. Langkah ini diproyeksikan akan meredakan ketegangan geopolitik yang selama ini menekan pasar energi dan komoditas global.
“Terlihat bagus bahwa kami akan segera membuat kesepakatan dengan Iran. Ini akan menjadi kesepakatan yang baik. Pembicaraan bisa berlanjut akhir pekan ini,” tegas Trump, Presiden Amerika Serikat.
Selain isu nuklir Iran, sang presiden juga memaparkan perkembangan positif mengenai situasi di perbatasan Israel. Ia menyatakan bahwa kedua belah pihak yang bertikai telah mencapai kesepakatan untuk menghentikan kontak senjata dalam durasi singkat.
“Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata selama 10 hari,” sebut Trump, Presiden Amerika Serikat.
Dampaknya, harga minyak mentah jenis brent terpantau anjlok 1,19 persen ke posisi US$ 98,2 per barel pada Jumat (17/4/2026) pagi. Penurunan harga energi ini memberikan harapan bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan karena inflasi yang lebih terkendali.
Berdasarkan analisis teknikal harian, posisi emas saat ini masih berada di zona bullish dengan indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari di angka 52. Meskipun demikian, angka tersebut dinilai masih cukup netral karena belum menjauh dari batas angka 50 sebagai indikator penguatan.
Indikator Stochastic RSI 14 hari menunjukkan angka 72 yang menandakan area beli yang kuat bagi para pelaku pasar. Namun, potensi koreksi tetap ada dengan target support terdekat pada level US$ 4.774 per troy ons dan support terjauh pada posisi US$ 4.695 per troy ons.
Sebaliknya, jika harga berhasil berbalik menguat, level US$ 4.827 per troy ons akan menjadi titik pivot krusial. Keberhasilan menembus titik tersebut berpeluang membawa harga emas menuju rentang resisten US$ 4.831 hingga target optimistis di level US$ 4.953 per troy ons.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·