Harga Kain di Pasar Cipadu Naik Imbas Konflik Timur Tengah

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Pedagang tekstil di Pasar Cipadu, Tangerang, mulai menaikkan harga jual kain untuk bahan pakaian dan seragam pada Kamis (16/4/2026). Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga bahan baku akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Kenaikan harga di tingkat agen dilaporkan mencapai Rp1.500 per yard atau sekitar 90 sentimeter sejak sepekan terakhir. Kondisi ini memaksa para pedagang eceran menyesuaikan label harga guna menghindari kerugian operasional.

Muklis, salah satu pedagang di pusat tekstil legendaris tersebut, menjelaskan bahwa harga kain jenis American drill kini dijual pada kisaran Rp31.500 hingga Rp32.000 per yard. Sebelumnya, jenis kain yang paling diminati ini dibanderol seharga Rp30.000 per yard.

"Harga memang sudah naik dari agen-agennya. Sudah satu minggu. Kalau dari agen ke kita Rp1.500 per yard naiknya," kata Muklis saat ditemui dan dilansir dari Detik Finance di Pasar Cipadu, Tangerang.

Kenaikan serupa juga dikonfirmasi oleh Ade, penjaga toko kain lainnya di kawasan yang sama. Ade menyebutkan harga kain eceran atau keteng kini naik Rp2.000 menjadi Rp37.000 per meter dari harga sebelumnya Rp35.000 per meter.

Untuk penjualan skala besar atau per gulung (rol), harga kain yang semula Rp27.500 kini melonjak menjadi Rp29.000 per yard. Satu rol kain biasanya berisi sekitar 30 yard atau setara dengan 27 meter.

Meskipun terjadi kenaikan harga, para pedagang lebih mengkhawatirkan penurunan jumlah pembeli yang drastis di pasar tersebut. Efisiensi yang dilakukan oleh sektor industri turut berdampak pada pesanan kain seragam pabrik.

"Masalah utamanya kan bukan di harga, tapi di ekonomi kita. Kalau dulu orang pabrik dapat seragam setahun dua kali, sekarang paling tiga tahun sekali," ujar Muklis menjelaskan fenomena penurunan daya beli.

Kondisi Pasar Cipadu terpantau sepi dari aktivitas pengunjung dibandingkan periode sebelumnya. Saat ini, para pedagang lebih banyak mengandalkan pesanan melalui aplikasi pesan singkat dari pelanggan tetap untuk bertahan di tengah tekanan ekonomi.