Harga Kopi Susu UMKM Terancam Naik Akibat Kelangkaan Bahan Baku

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Budaya menikmati es kopi susu telah bertransformasi menjadi gaya hidup yang digemari hampir semua kalangan di Indonesia. Tren ini mendorong pertumbuhan pesat kedai kopi berskala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah.

Namun, eksistensi minuman kekinian ini kini menghadapi tantangan serius dari faktor internal maupun eksternal. Gejolak geopolitik global hingga kelangkaan bahan baku di pasar domestik mulai menekan operasional para pelaku usaha.

Dilansir dari Money, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memicu lonjakan harga komoditas plastik di pasar dunia. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada pasokan energi dan minyak mentah yang merupakan bahan dasar pembuatan plastik.

Kenaikan harga plastik berdampak langsung pada biaya produksi kedai kopi kekinian. Hal ini dikarenakan sebagian besar pelaku usaha masih mengandalkan gelas plastik sekali pakai sebagai wadah utama yang praktis bagi pelanggan.

Selain masalah wadah, industri kopi susu juga dihantam kelangkaan susu varian full cream di dalam negeri. Susu jenis ini merupakan komponen vital untuk menciptakan cita rasa kopi yang nikmat dan creamy.

Muncul dugaan bahwa stok susu UHT full cream menipis karena dialokasikan untuk mendukung Program Pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG). Kelangkaan terpantau terjadi di wilayah Kalimantan, Sulawesi, hingga Sumatera.

Pemerintah daerah mulai merespons keluhan warga terkait sulitnya mendapatkan pasokan susu tersebut. Di Kotabaru, Kalimantan Selatan, Komisi II dan DPRD setempat bersama dinas terkait bahkan telah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah minimarket.

Dampak Ekonomi bagi Pelaku UMKM dan Konsumen

Berdasarkan prinsip rantai ekonomi, terbatasnya pasokan di tengah tingginya permintaan akan memicu kenaikan harga. Kondisi ini memaksa pelaku UMKM untuk menyesuaikan harga jual produk demi menjaga margin keuntungan mereka.

Kenaikan harga di tingkat konsumen berpotensi mengubah pola konsumsi masyarakat. Para penikmat kopi susu kemungkinan besar akan mulai mengurangi frekuensi pembelian sebagai langkah penghematan anggaran pribadi.

Penurunan daya beli ini berisiko menekan pendapatan pelaku UMKM secara signifikan. Jika tidak segera ditangani, siklus ekonomi pada level akar rumput bisa terganggu mengingat tingginya biaya produksi yang harus ditanggung pengusaha.

Dukungan pemerintah terhadap isu ini menjadi sangat krusial karena sektor UMKM merupakan penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) yang besar. Selain itu, sektor ini juga menjadi penyerap tenaga kerja utama bagi masyarakat luas.

Langkah proteksi terhadap UMKM kopi susu selaras dengan penguatan ekonomi nasional dalam program Asta Cita Pemerintah. Hal ini bertujuan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga meskipun menghadapi hambatan pasokan bahan baku global dan lokal.