Harga minyak mentah dunia tertahan pada level tinggi menyusul adanya sinyal pembukaan peluang perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada Kamis, 16 April 2026. Langkah diplomatik ini diambil untuk memberikan waktu tambahan bagi kedua negara dalam melanjutkan perundingan damai.
Dilansir dari Money, harga minyak jenis Brent tercatat stabil di bawah 95 dollar AS per barel setelah penutupan perdagangan yang cenderung datar. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) bertahan pada kisaran 91 dollar AS per barel di tengah pemantauan ketat pelaku pasar terhadap situasi Teluk Persia.
Washington dan Teheran dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk memperpanjang masa gencatan senjata selama dua pekan ke depan. Namun, kelumpuhan di Selat Hormuz masih berlanjut akibat blokade AS dan penutupan jalur oleh Iran yang telah berlangsung selama tujuh pekan terakhir.
Komandan markas militer gabungan Iran, Ali Abdollahi, memperingatkan bahwa blokade yang berkepanjangan dapat dianggap sebagai pelanggaran kesepakatan. Ia menegaskan pihak Iran tidak akan membiarkan aktivitas ekspor maupun impor di wilayah Teluk Persia, Laut Oman, hingga Laut Merah jika blokade tetap diterapkan.
"Pasar minyak belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil. Saat ini justru semakin banyak yang memperkirakan konflik mereda," ujar Warren Patterson, Head of Commodities Strategy ING. Ia menambahkan bahwa risiko kenaikan harga tetap terbuka karena posisi tawar kedua negara masih terpaut jauh.
Commonwealth Bank of Australia memproyeksikan gangguan pasokan akan semakin dalam dengan ancaman terhadap 3,8 juta barel minyak yang biasa melintasi Selat Hormuz. Di sisi lain, stok minyak mentah AS dilaporkan menurun akibat tingginya permintaan ekspor ke kawasan Asia.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa penurunan harga bahan bakar di pasar domestik sangat bergantung pada keberhasilan negosiasi damai tersebut. Saat ini, harga rata-rata bensin di Amerika Serikat mencapai 4,11 dollar AS per galon, melonjak signifikan dari level sebelum konflik.
Upaya mediasi yang dilakukan di Pakistan pada pekan lalu belum membuahkan hasil kesepakatan konkret. Para mediator kini fokus menyusun pembicaraan teknis mengenai pembukaan kembali jalur pelayaran internasional dan pembahasan program pengayaan nuklir Iran sebagai agenda utama selanjutnya.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·