Harga tembaga global mencatatkan kenaikan ke level tertinggi dalam satu bulan terakhir pada Selasa (14/4/2026) seiring munculnya optimisme pasar terhadap rencana dialog damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Peningkatan ini terjadi di tengah dinamika ketegangan di wilayah Timur Tengah yang sempat menekan pertumbuhan ekonomi dunia.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, harga tembaga di London Metal Exchange (LME) meningkat 0,4 persen menjadi US$13.107,50 per ton pada pukul 10:18 pagi waktu Shanghai. Sebelumnya, komoditas ini sempat menyentuh angka US$13.162 per ton yang merupakan titik tertinggi sejak 10 Maret lalu.
Selain tembaga, harga aluminium juga mengalami kenaikan sebesar 0,3 persen menjadi US$3.617,50 per ton. Pekan ini, aluminium bahkan sempat melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir akibat gangguan pasokan menyusul langkah blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pihak Teheran telah melakukan komunikasi dengan pemerintahannya guna membahas potensi pembicaraan damai. Meski demikian, AS diketahui tetap memulai operasi blokade di jalur maritim strategis tersebut sebagai bagian dari tekanan diplomatik.
Kenaikan harga logam industri ini merupakan respons atas gejolak yang bermula sejak pecahnya perang di Timur Tengah pada akhir Februari 2026. Konflik tersebut sempat memicu kekhawatiran pelaku pasar akan lonjakan biaya energi yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi global.
Kawasan Timur Tengah memegang peranan krusial dalam rantai pasok logam dunia dengan kontribusi sekitar 9 persen dari total produksi aluminium global. Gangguan pada jalur distribusi di wilayah ini dipastikan berdampak langsung pada volatilitas harga di bursa internasional.
"Investor memperkirakan meredanya krisis makro," ujar Jia Zheng, manajer perdagangan di Suzhou Chuangyuan Harmony-Win Capital Management Co.
Zheng menambahkan bahwa kondisi ini kemungkinan akan menjadi persaingan yang berkepanjangan sebagaimana konflik Rusia-Ukraina. Menurut analisisnya, dampak konflik terhadap stabilitas pasar diperkirakan akan melemah secara bertahap seiring berjalannya waktu.
Meskipun Iran telah menunjukkan keterbukaan untuk diskusi lebih lanjut, para investor tetap bersikap waspada terhadap potensi volatilitas baru. Risiko eskalasi militer sewaktu-waktu masih membayangi pasar komoditas logam industri hingga saat ini.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·