Harga tembaga di pasar global mencatat kenaikan signifikan hingga 0,8 persen di bursa London pada Rabu (15/4/2026) seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran. Dilansir dari Bloombergtechnoz, penguatan ini berhasil menghapus kerugian akibat konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung selama enam pekan terakhir.
Nilai logam industri tersebut melampaui level penutupan US$13.343,50 per ton yang tercatat pada akhir Februari lalu, tepat sebelum eskalasi militer melanda kawasan tersebut. Pemulihan harga ini didorong oleh kembalinya selera risiko investor setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata sementara.
Analis Guoyuan Futures Co., Fan Rui, menjelaskan bahwa sentimen positif juga didorong oleh aktivitas penambahan stok di China serta meredanya kekhawatiran inflasi. Sektor manufaktur di China dilaporkan meningkatkan pembelian setelah harga domestik sempat jatuh di bawah level 100.000 yuan per ton.
"Harga tembaga mulai pulih. Pertama karena penambahan stok di China, kemudian kekhawatiran inflasi mereda di tengah pembicaraan damai. Yang terburuk sudah berlalu," kata Fan Rui, analis dari Guoyuan Futures Co.
Henry Van, analis dari Trafigura Group, menyatakan dalam konferensi di Santiago bahwa guncangan geopolitik ini justru memperkuat tren elektrifikasi jangka panjang. Menurutnya, terdapat insentif besar untuk memperluas penggunaan energi listrik guna melindungi konsumsi energi dari gangguan keamanan global di masa depan.
Data pasar menunjukkan harga tembaga di bursa Comex New York mencapai premium US$283 per ton di atas London Metal Exchange (LME) pekan ini. Selisih harga tersebut merupakan level tertinggi sejak Desember tahun lalu akibat kebijakan tarif impor AS.
Berbeda dengan tembaga, harga aluminium justru mengalami koreksi sebesar 1,23 persen menjadi US$3.563 per ton di bursa London. Penurunan ini dipengaruhi oleh kekhawatiran gangguan pasokan pada sejumlah fasilitas peleburan di wilayah Teluk Persia selama konflik berlangsung.
Investor saat ini tengah menanti pembaruan data pasar tembaga dari Departemen Perdagangan AS yang dijadwalkan terbit pada akhir Juni mendatang. Laporan tersebut diprediksi akan menjadi dasar keputusan pemerintah AS terkait kebijakan tarif tembaga olahan lebih lanjut.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·