Hari Kartini, Wamendukbangga ajak perempuan saling dukung dan berdaya

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengajak para perempuan untuk saling mendukung dan memberdayakan untuk terus menghidupkan semangat Ibu Kartini.

"Jangan pernah menyerah karena tantangan pada perempuan itu pasti akan ada, tetapi bagaimana kita sesama perempuan untuk tetap saling membantu, saling mendukung, dan nantinya bisa menghasilkan perempuan-perempuan Indonesia yang lebih berdaya menuju generasi emas 2045," katanya di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Hari Kartini, Wamen P2MI dorong pekerja migran perempuan makin berdaya

Ia berpesan kepada seluruh perempuan Indonesia agar bisa meneladani dan melanjutkan perjuangan R.A. Kartini dengan mengisi pembangunan dan berkontribusi pada bangsa mulai dari hal-hal kecil, tetapi konsisten.

"Mulai dari hal-hal yang kecil, tidak harus selalu hal-hal besar, tetapi yang paling penting adalah melakukan hal-hal yang kecil secara konsisten dan sebaik-baiknya. Yang paling penting, jangan pernah menyerah kalau ada tantangan, terus maju dan hadapi," tuturnya.

Isyana mengemukakan Hari Kartini menjadi momen untuk mengapresiasi kiprah perempuan tidak hanya di ranah domestik dan ruang publik, tetapi juga untuk menguatkan kolaborasi yang menjawab tantangan terkait, seperti masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI).

Menurut data dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), AKI di Indonesia masih berada di kisaran 189 per 100 ribu kelahiran hidup, menjadikannya salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara.

"Kalau kita lihat program-program seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) ini juga upaya untuk bisa mendeteksi sejak dini," ucapnya.

Baca juga: DPR: Hari Kartini momentum beri akses pendidikan merata bagi perempuan

Baca juga: Hari Kartini, Menteri Arifah: Banyak tantangan capai kesetaraan gender

Pihaknya juga menggerakkan sejumlah inisiatif guna memperkuat kualitas keluarga dan menekan AKI-AKB, seperti melalui edukasi bagi para remaja.

"Pentingnya untuk merencanakan kehamilan. Kita bicara, bukan berarti kemudian mereka melakukan kehamilan di luar nikah, bukan seperti itu. Tapi, dengan adanya pengetahuan dan edukasi sejak remaja, mereka jadi tahu apa saja yang harus dilakukan dan direncanakan," kata Wamendukbangga.

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.