Jakarta -
Lebih dari 150 siswa di Bihar, India, jatuh sakit setelah seekor anak ular ditemukan dalam menu makan siang program sekolah. Kasus ini menyoroti pentingnya keamanan dan higienitas pangan di dapur skala besar.
Program mid-day meal merupakan program makan siang gratis dari pemerintah India untuk siswa sekolah negeri dan sekolah bantuan pemerintah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan nutrisi, mengurangi rasa lapar saat belajar, serta meningkatkan kehadiran siswa.
Namun, kasus di Middle School Baluaha, distrik Saharsa, Bihar, justru memicu kekhawatiran soal keamanan makanan yang disajikan kepada anak-anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Times of India (8/5), makanan tersebut disuplai oleh sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk beberapa sekolah di wilayah tersebut. Saat makanan dibagikan, seorang siswa menemukan anak ular di dalam hidangan. Tak lama kemudian, lebih dari 150 siswa mengeluhkan sakit perut.
Polisi tiba tak lama kemudian dan mengangkut beberapa anak ke pusat kesehatan setempat dengan kendaraan mereka sendiri. Selanjutnya, ambulans yang dikirim oleh rumah sakit tiba untuk mengangkut anak-anak yang tersisa, di mana banyak dari mereka tetap dalam kondisi kritis untuk waktu yang cukup lama, seperti dilaporkan Food NDTV (7/5).
Sejumlah siswa sempat dirawat di rumah sakit lokal dan beberapa lainnya dirujuk ke Sadar Hospital. Pemerintah daerah juga mengirim tim investigasi ke dapur pusat tempat makanan dimasak.
Sebenarnya, Kementerian Pengembangan Sumber Daya Manusia India telah menerbitkan pedoman keamanan pangan dan higienitas dapur sekolah sejak Februari 2015.
Pedoman ini ditujukan untuk memastikan makanan tetap aman dikonsumsi anak-anak. Terdapat beberapa aturan penting dalam pedoman tersebut. Berikut daftarnya!
1. Bahan makanan harus dibersihkan sebelum dimasak
Sereal dan kacang-kacangan wajib dibersihkan manual untuk menghilangkan benda asing. Pedoman juga menganjurkan one dish meal berbahan nasi atau gandum, kacang-kacangan atau kedelai, sayuran hijau, dan minyak makan dengan rasio 3:1 hingga 5:1 untuk menghasilkan protein berkualitas.
2. Proses masak harus higienis
Makanan sebaiknya dimasak tertutup agar nutrisi terjaga dan terhindar dari kontaminasi, serta disajikan dalam wadah bersih dengan suhu minimal 65°C karena mikroorganisme cepat berkembang pada suhu 5-60°C. Bahan vegetarian dan nonvegetarian harus disimpan terpisah. Selain itu, kulkas perlu dibersihkan minimal seminggu sekali dari noda, es, dan sisa makanan, dengan suhu ideal 4-6°C.
3. Guru wajib mencicipi makanan sebelum dibagikan
Guru wajib mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada siswa dan mencatat hasilnya dalam buku khusus. Anggota School Management Committee (SMC) juga diminta ikut mencicipi makanan secara bergilir bersama guru.
4. Sampel makanan perlu diuji laboratorium
Pemerintah daerah diminta bekerja sama dengan laboratorium terakreditasi untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan. Pengujian dilakukan untuk memastikan makanan bebas dari kontaminasi mikroba maupun bahan kimia.
5. Area dapur wajib dibersihkan setiap hari
Lantai dapur, area memasak, bahkan sudut yang sulit dijangkau harus dibersihkan setiap hari sebelum dan sesudah memasak. Permukaan yang bersentuhan langsung dengan makanan harus bersih dan kering. Kerusakan di area dapur juga harus segera diperbaiki.
6. Peralatan dapur harus higienis
Kain lap, pel, dan sikat berpotensi menyebabkan kontaminasi silang sehingga harus dicuci dan dikeringkan setelah digunakan, serta tidak dipakai di area dapur lain. Meja, bangku, lemari, kotak penyimpanan, dan peralatan makan juga harus bersih serta tidak retak atau pecah.
7. Juru masak wajib menjaga kebersihan diri
Juru masak dan helper wajib menjaga kebersihan diri, sementara penderita penyakit menular tidak diperbolehkan bekerja di dapur. Pemeriksaan kesehatan dua kali setahun dianjurkan untuk memastikan kelayakan kerja, dan petugas dapur harus melapor jika mengalami penyakit menular seperti diare, muntah, luka infeksi, atau penyakit kulit.
8. Pembasmian hama harus dilakukan
Hama seperti tikus, burung, dan serangga wajib dibasmi. Untuk mencegah hama masuk ke dapur, dianjurkan untuk menggunakan kawat pelindung pada jendela, pintu, dan ventilasi.
9. Anak-anak wajib cuci tangan
Kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan harus diawasi dan terus dibiasakan. Sekolah juga dianjurkan untuk menyediakan area cuci tangan yang dapat digunakan oleh banyak siswa sekaligus.
(adr/adr)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·