Semarang (ANTARA) - Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) mengungkapkan adanya rencana untuk memperpanjang masa kredit perumahan hingga 30 tahun mengangsur.
"Sudah ada kebijakan kami di pusat, terus berkoordinasi untuk membuat angsuran itu tidak lagi 20 tahun, tapi nanti bisa sampai 30 tahun," kata Ketua Umum DPP Himperra Ari Tri Priyono di Semarang, Jawa Tengah, Kamis.
Usai pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 Himperra Jawa Tengah, ia menyampaikan bahwa kebijakan tersebut memang dirancang untuk memudahkan akses masyarakat membeli rumah.
Sebab, kata dia, masa kredit yang lebih panjang membuat besaran angsuran yang harus dibayarkan setiap bulan menjadi lebih ringan.
"Jadi nanti bisa di bawah Rp1 juta untuk angsuran FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan). Ini sedang terus dimatangkan. Ditunggu saja, masih OTW (on the way)," katanya.
Menurut dia, langkah tersebut juga sebagai salah satu upaya menggenjot pencapaian target pembangunan 350.000 rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) pada tahun ini.
Baca juga: Pemprov Jateng: 35 daerah bebaskan BPHTB dukung Program 3 Juta Rumah
Baca juga: Himperra Jateng bangun 14.000 rumah untuk Program Tiga Juta Rumah
"Kami berharap 350.000 rumah tercapai tahun ini. Tahun lalu kan sudah 280.000-an rumah. Tinggal 60.000-an rumah lagi. Insya Allah tercapai tahun ini," katanya.
Tak hanya rumah bersubsidi, kata dia, Himperra juga mengusulkan kepada pemerintah untuk menyasar kalangan milenial untuk mengakses kepemilikan rumah.
"Milenial, orang-orang yang enggak mau mungkin tinggal di FLPP (rumah bersubsidi). Penghasilannya juga sudah lumayan, di atas Rp5 juta, Rp8 juta, Rp10 juta. Tapi, enggak mau (beli rumah) yang jauh gitu," katanya.
Ia mengatakan biasanya mereka mengincar rumah dengan harga Rp200-300 juta, bukan rumah bersubsidi atau FLPP yang harganya dipatok maksimal Rp166 juta.
Menurut dia, kebijakan tersebut juga sedang digodok pemerintah sehingga nantinya dibuat semacam Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menengah atau semacamnya.
"Memang (bunganya) tidak 5 persen seperti FLPP. Mungkin sekitar 7-8 persen. Mungkin juga bukan bebas BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan), tapi separuhnya," katanya.
Jadi, kata dia, kalangan milenial dengan keluarga kecilnya tertarik karena bisa mengakses kepemilikan rumah dengan biaya angsuran yang tidak terlalu memberatkan.
Sementara itu, Ketua DPD Himperra Jateng Sugiyatno menambahkan bahwa Jateng menyumbang kontribusi sekitar 24.000 rumah dari target nasional 350.000 unit rumah pada tahun lalu.
"Kalau kontribusi Himperra Jateng sekitar 9.800 unit, berarti ada 40 persen kami berkontribusi terhadap pengadaan rumah FLPP di Jateng. Harapannya, tahun ini meningkat dua kali lipat," katanya.
Baca juga: Himperra sambut baik penambahan kuota rumah subsidi jadi 350 ribu unit
Baca juga: Himperra sambut baik keluarnya SKB terkait program tiga juta rumah
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·