Dampak pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam industri jasa keuangan diprediksi akan mengubah peta lapangan kerja global melalui pengurangan dan sekaligus penciptaan posisi baru pada Kamis (21/5/2026).
Langkah efisiensi perbankan melalui adopsi teknologi canggih ini memicu perhatian serius mengenai nasib para pekerja sektor keuangan, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.
"Kita semua tahu AI generatif akan menghancurkan pekerjaan tertentu dan menciptakan pekerjaan baru," ujar Elhedery, dalam laporan South China Morning Post, dikutip Kamis (21/5/2026).
Sebagai respons atas perubahan industri tersebut, manajemen perusahaan berkomitmen untuk memprioritaskan program edukasi internal agar para staf dapat menyesuaikan diri.
"Misi pertama kami adalah memastikan karyawan mendapatkan kemampuan pelatihan dan tool produktivitas agar mereka siap menghadapi masa depan, menjadi versi yang lebih baik, lebih produktif, dan berkinerja lebih tinggi," katanya.
Upaya menjaga keterlibatan para pekerja dirancang agar proses transformasi berjalan harmonis tanpa menimbulkan resistensi dari internal perusahaan.
Menjaga keterlibatan karyawan artinya mereka harus “ikut serta dalam perjalanan ini bersama kami, bukan melawan kami, bukan merasa terpinggirkan, bukan cemas, kerepotan, dan menolak perubahan,” seperti dilaporkan juga Bloomberg News.
Selain program pelatihan, institusi finansial ini juga sedang menyederhanakan lebih dari 50 alur kerja operasional, serta mengangkat Chief AI Officer untuk merancang ulang sistem operasional perusahaan bersama mitra eksternal.
"Misi kedua kami adalah menyederhanakan dan meningkatkan skala cara kami beroperasi," tambah Elhedery.
Penerapan teknologi baru ini diklaim mampu memotong waktu proses pemeriksaan latar belakang nasabah baru hingga mencapai 50 persen.
Pengumuman strategi transformasi digital ini muncul sehari setelah Standard Chartered merilis rencana serupa untuk mengotomatisasi proses kerja yang berdampak pada pengurangan 15 persen staf back office atau sekitar 7.000 pekerjaan hingga tahun 2030.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·