Hubungan China-AS terlalu penting untuk gagal

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Beijing (ANTARA) - Kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China terjadi di tengah gejolak global dan perubahan mendalam.

Dengan latar belakang tersebut, dunia menantikan pertemuan tingkat tinggi ini dapat mengirimkan sinyal yang jelas bahwa China dan AS mampu mengelola perbedaan, memperluas kerja sama, dan menjaga stabilitas global.

Mulai dari perdagangan global dan pasar keuangan hingga tata kelola iklim dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), tidak banyak isu internasional utama yang dapat diatasi secara efektif tanpa adanya koordinasi antara Beijing dan Washington.

Hal inilah yang menjadi alasan mengapa hubungan China-AS yang stabil sangat penting, tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi dunia pada umumnya.

Sejak Trump kembali ke Gedung Putih, terlepas dari gesekan di bidang perdagangan dan teknologi, China dan AS berhasil mempertahankan komunikasi dan mencegah perselisihan menjadi tidak terkendali. Diplomasi tingkat kepala negara memberikan pedoman strategis yang sangat penting dalam menstabilkan hubungan pada momen-momen genting.

Pengalaman telah berulang kali menunjukkan bahwa ketika China dan AS memperkuat dialog serta kerja sama, keyakinan ekonomi global akan meningkat dan ketegangan internasional mereda. Sebaliknya, ketika komunikasi terputus, ketidakpastian merebak dan meluas jauh melampaui ranah hubungan bilateral.

China menyikapi hubungan dengan AS secara konsisten dan rasa tanggung jawab yang kuat sebagai negara besar.

Beijing menekankan bahwa kedua pihak harus menjunjung tinggi semangat kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan, prinsip-prinsip yang mencerminkan pelajaran berharga yang diperoleh dari interaksi selama puluhan tahun sekaligus realitas praktis dunia saat ini.

China memahami dengan jelas bahwa persaingan antara negara-negara besar tidak dapat dihindari. Namun, persaingan tidak selalu harus berujung pada konfrontasi, apalagi konflik. Mengelola perbedaan melalui dialog bukanlah tanda kelemahan, melainkan pilihan rasional yang diharapkan dari negara-negara besar yang bertanggung jawab.

Di saat yang sama, China terus menunjukkan keterbukaannya terhadap kerja sama. Hubungan ekonomi antara kedua negara tetap saling terikat secara mendalam. Kerja sama di berbagai bidang, seperti pemberantasan narkotika, pertukaran antarmasyarakat, dan kerja sama subnasional juga terus berjalan.

Interaksi-interaksi ini menyoroti sebuah realitas sederhana: kerja sama China-AS sejalan dengan kepentingan kedua bangsa dan kebutuhan masyarakat internasional.

Tentu saja, perbedaan masih ada. Isu-isu terkait perdagangan, teknologi, dan keamanan terus menguji hubungan kedua negara. Sejarah menunjukkan bahwa tekanan sepihak, upaya pemisahan (decoupling), ataupun pola pikir menang-kalah (zero-sum) tidak dapat memberikan solusi yang langgeng.

Sifat dasar dari hubungan ekonomi China dan AS pada hakikatnya adalah saling menguntungkan. Perang dagang dan teknologi tidak akan melahirkan pemenang sejati.

Agar hubungan bilateral dapat bergerak maju dengan stabil, kedua pihak harus mengelola perbedaan pendapat atas dasar kesetaraan dan saling menghormati. China menyambut baik AS yang percaya diri, terbuka, dan makmur.

Demikian pula, Washington juga harus memandang perkembangan China secara rasional dan objektif, menghormati kepentingan inti China, serta bekerja sama dengan China untuk memperluas bidang kerja sama sembari mengelola perbedaan dengan tepat.

Dunia saat ini menghadapi tantangan yang semakin besar, mulai dari pemulihan ekonomi yang lamban, konflik geopolitik, risiko iklim, hingga disrupsi teknologi yang pesat. Komunitas internasional semakin menaruh harapan pada negara-negara besar untuk menghadirkan stabilitas, koordinasi, dan kepemimpinan.

Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekaligus dua perekonomian terbesar di dunia, China dan AS memiliki tanggung jawab khusus untuk memberikan kepastian yang lebih besar dan lebih banyak barang publik kepada dunia.

Satu pertemuan tingkat tinggi saja tidak akan menyelesaikan semua isu antara Beijing dan Washington. Namun, pertemuan ini dapat membantu memperkuat komunikasi, membangun kembali kepercayaan, dan menegaskan kembali sebuah kebenaran mendasar: hubungan China-AS yang stabil sangatlah penting, tidak hanya bagi kepentingan kedua negara, tetapi juga bagi perdamaian dan kemakmuran global.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.