Hubungan Gian Piero Gasperini dan Claudio Ranieri di AS Roma Memanas

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Kondisi internal AS Roma dilaporkan memanas setelah pelatih Gian Piero Gasperini dan penasihat senior Claudio Ranieri terlihat tidak saling bertegur sapa dalam sesi latihan di Trigoria pada Senin (13/4/2026). Dilansir dari Detik Sport, keretakan hubungan ini muncul menyusul kemerosotan performa Giallorossi di kompetisi domestik maupun Eropa.

Ketegangan antara keduanya mencapai puncaknya saat Ranieri dan Gasperini kedapatan duduk saling berjauhan selama sesi latihan berlangsung. Laporan dari Corriere dello Sport menyebutkan bahwa situasi tersebut merupakan kelanjutan dari kritik tajam yang dilontarkan Ranieri terkait strategi dan hasil pertandingan klub belakangan ini.

Gasperini sejauh ini memilih untuk tidak merespons kritik Ranieri yang menyoroti pencapaian buruk tim. AS Roma tercatat hanya mampu mengemas tiga kemenangan dari sepuluh pertandingan terakhir di semua kompetisi, sebuah tren negatif yang mengancam posisi mereka di papan atas klasemen.

Dalam wawancara pada akhir pekan lalu, Ranieri menegaskan bahwa penunjukan Gasperini merupakan pilihan manajemen dari beberapa kandidat yang tersedia. Ia juga mengungkapkan bahwa seluruh pemain muda yang didatangkan, seperti Ziolkowski, Ghilardi, Venturino, dan Zaragoza, merupakan permintaan langsung dari sang pelatih.

"Tugas saya sangat berbeda dengan tugas pelatih. Saya memberikan masukan ketika diminta oleh pihak manajemen, bukan oleh pelatih. Saya jarang ikut campur dalam urusan di lapangan," kata Claudio Ranieri, Penasihat Senior AS Roma.

Pemilik klub, Dan Friedkin, menyatakan keterkejutannya atas isu perpecahan tersebut namun tetap memberikan dukungan kepada kedua pihak. Pengusaha asal Amerika Serikat itu menilai kinerja Gasperini masih berada pada jalur yang tepat meskipun hubungan internal sedang tidak harmonis.

Saat ini AS Roma berada di peringkat keenam klasemen sementara Liga Italia dengan koleksi 57 poin hingga pekan ke-32. Tim ibu kota tersebut kini hanya terpaut tiga angka dari Juventus yang menduduki posisi keempat atau batas akhir zona Liga Champions.

Setelah tersingkir dari ajang Liga Europa dan Coppa Italia, fokus utama skuad asuhan Gasperini kini sepenuhnya tertuju pada sisa laga Serie A. Manajemen berharap tim dapat segera bangkit untuk mengamankan tiket menuju kompetisi tertinggi antarklub Eropa musim depan.