Hujan deras dini hari, 3 desa di Kabupaten OKU Sumsel terendam banjir

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ada sekitar 50 rumah warga terdampak banjir. Namun itu baru data sementara. Kami masih menunggu data laporan dari setiap desa di Kabupaten OKU

Baturaja (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, menyebutkan bencana banjir melanda permukiman penduduk di tiga desa dan kelurahan dengan ketinggian air mencapai 60 centimeter.

Kepala BPBD OKU Januar Efendi di Baturaja, Rabu, mengatakan bahwa curah hujan tinggi yang terjadi dini hari tadi merendam sejumlah kawasan permukiman penduduk di dalam Kota Baturaja.

"Ada sekitar 50 rumah warga terdampak banjir. Namun itu baru data sementara. Kami masih menunggu data laporan dari setiap desa di Kabupaten OKU," katanya.

Baca juga: BPBD data 1.277 rumah warga Kabupaten OKU terdampak banjir

Adapun wilayah terdampak banjir, kata dia, meliputi Kelurahan Sekar Jaya, Desa Tanjung Kemala, dan Desa Air Paoh di Kecamatan Baturaja Timur.

Meskipun tidak ada korban jiwa, lanjut dia, namun bencana alam mengganggu aktivitas masyarakat di daerah itu karena sejumlah ruas jalan utama tak luput dari kepungan banjir.

Terkait hal itu pihaknya bergerak cepat dengan mengerahkan personel ke lokasi bencana banjir untuk melakukan evakuasi warga ke tempat yang aman guna mengantisipasi korban jiwa.

Baca juga: 15 desa di Kabupaten OKU Sumsel dilanda banjir

"Alhamdulillah, sejak pagi tadi banjir sudah surut dan masyarakat telah kembali ke rumah masing-masing," kata Januar Efendi.

Meskipun banjir sudah surut, kata dia, masyarakat diminta agar tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana susulan.

"Curah hujan diprediksi masih akan terjadi selama beberapa hari ke depan, sehingga masyarakat harus lebih waspada karena bencana alam dapat terjadi kapan saja," ucap Kepala BPBD OKU Januar Efendi.

Baca juga: Banjir meluas di Kabupaten OKU, 1.143 warga terdampak

Pewarta: Edo Purmana
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.