Hujan deras, dua KK di Cianjur diungsikan karena terancam kena longsor

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Rumah yang terancam terletak di bawah tebing yang longsor, sehingga enam jiwa diungsikan karena longsor susulan dapat terjadi setiap saat ...

Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat dua Kepala Keluarga (KK) terdiri dari enam jiwa di Desa Situhiang, Kecamatan Pagelaran, terpaksa diungsikan ke tempat aman karena rumah mereka terancam longsor.

Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudarajat di Cianjur, Rabu, mengatakan curah hujan yang tinggi hingga Rabu dini hari membuat tebing di atas perkampungan longsor dan nyaris menimbun rumah warga yang sudah lebih dulu menyelamatkan diri.

Tanah tebing yang longsor, kata dia, masih terjadi pergeseran sehingga rawan terjadi longsor susulan yang dapat menimbun rumah warga di bawahnya, sehingga sejumlah petugas dan relawan disiagakan guna memantau situasi, termasuk melakukan evakuasi.

Baca juga: BPBD Cianjur pastikan jalur menuju Gunung Padang sudah dapat dilalui

"Rumah yang terancam terletak di bawah tebing yang longsor, sehingga enam jiwa diungsikan karena longsor susulan dapat terjadi setiap saat menimbun rumah, terlebih ketika hujan kembali turun deras," katanya.

Bahkan di bagian atas perkampungan, kata dia, longsoran tanah menutup sekitar 500 meter area sawah milik warga dengan tanah yang mengalami pergeseran sehingga dapat memicu terjadinya longsor susulan hingga meluas ke perkampungan.

Warga diungsikan ke tempat yang dinilai aman untuk sementara karena cuaca ekstrem masih kerap terjadi, terutama pada petang hingga malam hari. Sedangkan warga lainnya yang tinggal cukup jauh dari lokasi longsoran diminta tetap siaga dan waspada.

Baca juga: Cuaca ekstrem, 4 rumah rusak dan 2 makam terbawa longsor di Cianjur

Pihaknya bersama pemerintah desa, kecamatan, dan aparat setempat, masih melakukan pemantauan di lokasi kejadian guna melakukan berbagai langkah termasuk mengungsikan warga yang tinggal di bawah tebing rawan terjadi longsor susulan.

"Petugas dibantu warga sekitar melakukan pengawasan bersama guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terutama pada malam hari, karena curah hujan masih tinggi terutama saat petang hingga malam, terlebih pergeseran tanah tebing masih terjadi," katanya.

Seiring cuaca ekstrem yang masih melanda sebagian besar wilayah Cianjur, pihaknya mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana alam banjir dan longsor meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana.

Baca juga: BPBD tangani pohon tumbang yang menutup jalur utama Bandung-Cianjur

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.