Ibas Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Ekonomi Kreatif Pacitan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan baru saat menghadiri workshop SDM di Pacitan, Jumat (8/5/2026). Upaya ini melibatkan integrasi antara UMKM, pariwisata, seni budaya, dan perdagangan berbasis digital, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Pengembangan sektor tersebut dilakukan melalui kemitraan bersama Kementerian Ekonomi Kreatif guna meningkatkan kualitas generasi muda. Fokus utama kegiatan mencakup pembangunan infrastruktur kreatif yang menyeluruh agar potensi lokal daerah dapat dikelola secara terintegrasi dan memiliki daya saing tinggi.

Legislator asal Dapil Jawa Timur VII ini menegaskan bahwa daerah tersebut memiliki peluang besar untuk menjadi pusat ekonomi kreatif jika seluruh ekosistemnya dibangun secara kolektif.

"Ekonomi kreatif adalah potensi besar yang belum sepenuhnya kita garap. Di Pacitan ada, dan saya yakin bisa berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru," ujar Ibas, Wakil Ketua MPR RI.

Politisi yang akrab disapa Ibas ini menyatakan bahwa penguatan identitas daerah tidak bisa berdiri sendiri melainkan harus didukung oleh kesiapan infrastruktur.

"Yang diperlukan adalah penguatan ekosistem dan infrastruktur kreatif. Ke depan, Pacitan bisa menjadi pusat ekonomi kreatif dan simpul nasional jika semua potensi daerahnya dikembangkan bersama," jelas Ibas, Wakil Ketua MPR RI.

Ibas mencontohkan berbagai kekayaan budaya lokal seperti rontek, kethek ogleng, hingga Tari Klayar sebagai aset yang perlu dikemas secara modern agar memiliki nilai jual lebih bagi wisatawan.

"Pertunjukan budaya kita harus dikemas lebih menarik, lebih kreatif, ada cerita dan identitasnya. Dengan begitu nilai jualnya akan lebih tinggi dan mampu menarik perhatian wisatawan," ujarnya Ibas, Wakil Ketua MPR RI.

Sektor pariwisata melalui kehadiran Museum dan Galeri Seni SBY*ANI juga dinilai menjadi motor penggerak bagi industri kuliner dan penginapan di sekitarnya. Penguatan branding daerah melalui identitas 'Pacitan The 70 Miles of Sea Paradise' menjadi strategi untuk mempromosikan potensi bahari di pesisir selatan Jawa.

"Branding itu penting. Pacitan punya kekuatan alam, budaya, dan tokoh besar seperti Pak SBY yang bisa menjadi identitas kuat untuk mempromosikan daerah dan produk-produk lokal kita," ungkap Ibas, Wakil Ketua MPR RI.

Digitalisasi menjadi poin krusial yang ditekankan bagi para anak muda agar mampu memasarkan produk UMKM lokal ke pasar global melalui peran aktif mereka di platform digital.

"Digitalisasi adalah tantangan sekaligus peluang. Anak-anak muda harus menjadi pelaku utama promosi digital wisata dan ekonomi kreatif daerah," tegas Ibas, Wakil Ketua MPR RI.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia diharapkan mampu mendorong hilirisasi produk unggulan sehingga UMKM lokal bisa meningkatkan kelas usahanya.

"Melalui kegiatan seperti ini bersama Kementerian Ekraf, peningkatan kualitas SDM muda terus dilakukan agar ekonomi kreatif kita semakin berkembang," katanya Ibas, Wakil Ketua MPR RI.

Akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kreatif turut disosialisasikan sebagai solusi bagi para pelaku usaha untuk memperkuat kapasitas modal dan promosi produk.

"Kalau masalahnya ada di modal, manfaatkan KUR Kreatif agar usaha bisa berkembang, digitalisasi meningkat, dan promosi produk semakin optimal," katanya Ibas, Wakil Ketua MPR RI.

Founder Kasisolusi, Deryansha, yang hadir sebagai pemateri menjelaskan bahwa teknologi digital telah menghapus batasan geografis bagi pengusaha di daerah untuk menembus pasar nasional.

"Sekarang bukan soal berasal dari kota besar atau daerah. Dari Pacitan pun produk bisa dikenal nasional bahkan global kalau digitalisasi dimanfaatkan dengan baik. Banyak UMKM yang berubah nasibnya karena ekonomi kreatif dan teknologi digital," ujar Deryansha, Founder Kasisolusi.

Praktisi digital tersebut juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif yang diambil oleh pihak legislatif dalam membangun ekosistem digital di tingkat lokal.

"Saya mengapresiasi Mas Ibas dan Kementerian Ekraf yang terus mendorong masyarakat untuk berani go digital dan mengembangkan ekonomi kreatif," tambahnya Deryansha, Founder Kasisolusi.

Pada penutupan acara, dipamerkan produk Akik OG Jewelry asal Pacitan yang telah berhasil menembus pasar ekspor ke lebih dari 10 negara sebagai bukti nyata keberhasilan kreativitas lokal.