Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono memimpin delegasi parlemen Indonesia dalam pertemuan diplomasi kebangsaan dengan pimpinan King Sejong Institute Foundation (KSIF) di Korea Selatan pada Rabu (29/4/2026). Pertemuan ini bertujuan mempererat hubungan bilateral melalui penguatan pendidikan bahasa dan pertukaran budaya antarkedua negara.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom, delegasi Indonesia diterima langsung oleh Presiden KSIF Chuun Wo Yong beserta jajaran manajemen di Seoul. Fokus utama dialog mencakup peran strategis KSIF dalam menjembatani pemahaman lintas budaya melalui program pendidikan yang sistematis.
"Kehadiran kami merupakan wujud komitmen untuk terus mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan. Kerja sama internasional seperti ini memiliki dampak besar dalam menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi kedua negara," kata Ibas, dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).
Ketua Fraksi Partai Demokrat tersebut menyoroti tantangan Indonesia sebagai negara kepulauan dengan ratusan bahasa daerah dalam memperluas kerja sama internasional. Pihaknya mencatat adanya perbedaan signifikan dalam alokasi anggaran pemerintah Korea Selatan untuk KSIF dibandingkan dukungan terhadap program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Data pertukaran pelajar menunjukkan lebih dari 20.000 siswa di Indonesia telah mempelajari bahasa Korea. Sebaliknya, ribuan mahasiswa Korea Selatan juga mendalami bahasa Indonesia di kampus ternama seperti Seoul National University dan Korea University.
Ibas sempat memberikan usulan terkait perluasan titik kehadiran KSIF di tanah air yang disesuaikan dengan angka simbolis kepulauan Indonesia. Penekanan juga diberikan pada penyiapan generasi muda menghadapi bonus demografi melalui kolaborasi pendidikan dan teknologi.
"Melalui semangat Creative Power for Next Generation: Innovation, Identity, and Collaboration, kita dapat membangun masa depan yang lebih kuat dan berkelanjutan bagi kedua negara," pungkasnya.
Dari pihak Korea Selatan, manajemen KSIF memaparkan rencana strategis untuk mengoptimalkan sembilan institut yang telah beroperasi di Indonesia. Presiden KSIF mengonfirmasi komitmen lembaga dalam memperluas jangkauan promosi budaya sebagai dasar hubungan jangka panjang.
"Pertemuan ini membahas langkah strategis penguatan pendidikan bahasa dan budaya Korea di Indonesia, dengan memanfaatkan sembilan King Sejong Institute yang telah beroperasi," kata President Chun Woo Yong, pimpinan KSIF.
Kunjungan ini didampingi oleh sejumlah anggota DPR RI lintas komisi, termasuk Anton Sukartono Suratto dan Rizki Aulia Rahman Natakusumah dari Komisi I. Sektor pariwisata juga tercatat mengalami dampak positif dengan kenaikan kunjungan wisatawan Korea ke Indonesia sebesar 10 persen melalui kerja sama ITDC.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·