Mulyati, ibu dari salah satu korban kebakaran gedung PT Terra Drone Indonesia, memberikan kesaksian dalam sidang kasus dugaan kelalaian dengan terdakwa Direktur Utama Michael Wisnu Wardhana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Rabu (15/4/2026).
Saksi menyatakan kekecewaannya terhadap pihak manajemen perusahaan yang dinilai sulit untuk dihubungi pasca-insiden maut tersebut. Kekecewaan ini muncul karena surat yang dikirimkan Mulyati saat mendatangi kantor di Bandung tidak mendapatkan tanggapan dari pihak perusahaan.
"Saya kecewa sama PT Terra menghubunginya sulit sekali bahkan saya datang ke Bandung, surat saya tidak ditanggapi. Itu intinya saya kecewa," kata Mulyati di hadapan majelis hakim sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Anak Mulyati, Muhammad Apriyana, baru bekerja selama delapan bulan sebelum menjadi salah satu dari 22 karyawan yang tewas dalam kebakaran besar tersebut. Saksi mengungkapkan bahwa dirinya masih trauma mengingat rekaman video terakhir sang anak saat berupaya menyelamatkan diri.
Berdasarkan pengamatan Mulyati terhadap dokumentasi kejadian, ia menilai fasilitas gedung tidak memenuhi syarat keselamatan kerja. Ia menyoroti ketiadaan tangga darurat yang seharusnya menjadi akses evakuasi bagi para karyawan saat situasi darurat terjadi.
Dalam persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Michael Wisnu Wardhana atas kelalaian mencegah dan memadamkan kebakaran yang terjadi pada Selasa (9/12/2025). Jaksa menyebut gedung berlantai tujuh itu tidak dilengkapi alat sensor deteksi asap maupun api.
Gedung kantor tersebut juga digunakan untuk menyimpan baterai drone jenis lithium polymer yang mudah terbakar. Jaksa menegaskan bahwa ketiadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) jenis khusus lithium dan jendela yang terpasang permanen memperburuk kondisi saat api melahap bangunan.
Mulyati berharap pihak perusahaan menunjukkan pertanggungjawaban yang nyata bagi masa depan kedua cucunya yang kini berstatus yatim. Sidang perkara ini dipimpin oleh ketua majelis hakim Purwanto S Abdullah dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi dari pihak keluarga korban.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·