Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak terbatas dengan kecenderungan mendatar atau sideways pada perdagangan Jumat (17/4/2026). Pergerakan ini mengikuti penutupan pasar sebelumnya yang melemah tipis 0,03 persen ke posisi 7.621,382 pada Kamis (16/4/2026) sebagaimana dilansir dari Money.
Sentimen optimisme global saat ini didorong oleh harapan dimulainya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang diharapkan dapat meredakan ketegangan geopolitik. Faktor eksternal tersebut berpotensi menekan harga minyak mentah dan memberikan stimulus positif bagi stabilitas pasar keuangan domestik.
Analis dari Phintraco Sekuritas mengungkapkan bahwa secara teknis posisi indeks saat ini sudah berada pada area jenuh beli atau overbought. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terjadinya aksi ambil untung oleh para investor yang dapat menghambat laju penguatan lebih lanjut.
“Secara teknikal, kondisi IHSG yang masih berada di area overbought mendorong terjadinya profit taking. Sehingga diperkirakan IHSG masih akan bergerak sideways pada kisaran 7.550-7.700,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Kamis (16/4/2026).
Pada pasar mata uang, rupiah tercatat menguat 0,02 persen ke level Rp 17.136 per dollar AS pada penutupan Kamis, selaras dengan penguatan mayoritas mata uang di Asia. Menghadapi volatilitas, Bank Indonesia terus mengandalkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menjaga likuiditas dan nilai tukar.
Bank Indonesia bahkan telah menambah frekuensi lelang SRBI menjadi dua kali sepekan sejak Februari 2026 sebagai langkah intervensi pasar. Sementara itu, investor global juga mencermati pertumbuhan PDB Inggris yang mencapai 0,5 persen serta kenaikan inflasi zona Euro menjadi 2,6 persen pada Maret 2026.
Beberapa emiten direkomendasikan oleh Phintraco Sekuritas untuk dicermati investor pada perdagangan hari ini, di antaranya ICBP, INTP, MYOR, EMTK, dan NCKL. Di sisi lain, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memberikan rujukan teknikal untuk beberapa saham pilihan lainnya.
Beberapa saham yang direkomendasikan oleh Herditya antara lain BBKP pada rentang Rp 69-Rp 71, BRMS pada kisaran Rp 940-Rp 1.025, serta CPIN pada level harga Rp 4.520-Rp 4.690.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·